kbknews.id, Padang – Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) bersama pemerintah Kota Padang mengadakan launching program Budidaya Ikan Nila (Budinila) di daerah Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh Kota Padang.
Budidaya Ikan Nila ini ditandai dengan pelepasan puluhan ribu anak ikan di lima kolam.
Pimpinan Dompet Dhuafa Singgalang Hadi Bandariansyah mengatakan program ini merupakan hasil dari himpunan dana zakat, infaq, dan sedekah.
“Zakat yang diterima oleh DDS itu tumbuh dan menumbuhkan. Semenjak hadir 26 tahun lalu di tingkat nasional dan sudah 13 tahun di Sumbar, Alhamdulillah DDS telah menghimpun dana infak dan sadaqah dengan memberdayakan dana zakat sehingga kita bisa memberdayakan mustahiq,” katanya saat acara pembukaan, Kamis, (6/2)
Ia mengatakan DDS hadir dalam berbagai program, yakni pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi. “Budila ini hadir dalam bentuk program ekonomi yang dianggarkan sebanyak Rp250 juta untuk tahun 2020 dengan penerima manfaat sebanyak 25 orang. Untuk daerah Kampung Pinang ada lima penerima manfaat dengan jumlah bibit ikan 50 ribu,” tuturnya.
“Kita merespon program pemerintah dengan program ini untuk mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kota Padang. Alasan Budidaya Ikan Nila di daerah ini karena Kelurahan Lambung Bukik terkenal sebagai daerah dengan usaha Nila air deras serta potensi Ikan Nila cukup besar, jelasnya.
Menurutnya tahap pertama akan diberikan kepada lima penerima manfaat. Lima penerima manfaat ini akan jadi pilot project kedepan. “Dari analisa usaha yang kita lakukan, keuntungan yang didapat bisa menambah satu penerima manfaat. Keuntungan bersih di infakkan 20 persen untuk menambah penerima manfaat lainnya,” jelasnya.
“Sehingga garapan setelah setahun bisa menambah dua penerima manfaat yang bukan dari Dompet Dhuafa tapi dari penerima manfaat yang dikembalikan 20 persen untuk penerima lainnya. Sehingga mengubah dari mustahiq ke muzakki. Ini ibarat menanam pohon yang akhirnya anaknya tumbuh lagi dan tumbuh lagi sehingga kita bisa berkontribusi dalam menghapus kemiskinan,” paparnya.
Sebelumnya DDS juga telah membuka dan mendampingi petani kopi di daerah Sirukam Kabupaten Solok. “Dampak dari program ini kita juga bisa memberdayakan masyarakat lainnya untuk menanam kopi disaat mereka tahu bahwa kopi memiliki nilai jual yang tinggi saat ini,” jelasnya.
Selain itu, di Pessel DDS juga akan memberdayakan masyarakat soal usaha sapi. “Kemudian juga ditambah dengan launching rumah kompos di kawasan itu. Hal ini karena kebutuhan daerah itu untuk kompos cukup besar, maka ini juga jadi peluang usaha bagi masyarakat dalam mengolahnya menjadi lebih baik,” tuturnya.
Ia berharap dengan adanya program-program ini, pengentasan kemiskinan di Sumbar bisa dilakukan secara bertahap. “Kita bangun hal-hal seperti ini di Sumbar niat kita mengentaskan kemiskinan. Ibaratnya DDS memberikan kail yang semoga bisa digunakan dengan baik untuk memancing bagi masyarakat sehingga hasilnya di raih sendiri,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi dalam kesempatan itu mengatakan program ini sangat bagus dalam meningkatkan pembredayaan masyarakat. “Tentunya ini juga sesuai dengan program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan di Kota Padang. Kita berharap ini juga memberdayakan masyarakat lainnya sehingga apa yang diinginkan program ini bisa tercapai dengan baik,” tuturnya.
Lurah Lambung Bukik Yusrizal mengatakan pihaknya menyambut baik program DDS. “Program ini sangat baik dalam memberikan manfaat kepada masyarakat sehingga pemberdayaan dalam mengentaskan kemiskinan,” jelasnya.
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi dan jajaran, Pembina Dompet Dhuafa Singgalang Musfi Yendra, Pimpinan Dompet Dhuafa Singgalang Hadi Bandariansyah, Kepala Lurah Lambung Bukit Yusrizal, ketua pemuda, dan masyarakat penerima manfaat.





