Dompet Dhuafa Terjunkan Tim di Lokasi Terdampak Banjir di Lamongan dan Mojokerto

Dompet Dhuafa gulirkan bantuan untuk korban banjir di Mojokerto/ Foto: DD

MOJOKERTO – Tim respon Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur diterjunkan ke lokasi banjir akibat meluapnya Kali Lamong di Kabupaten Lamongan dan Mojokerto, pada Minggu (27/12/2020) lalu.

Sebanyak 16 desa di 2 kecamatan tergenang banjir. Di antaranya 7 desa di Kecamatan Balongpanggan yaitu Desa Ngampel, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Banjaragung, Pucung, Karangsemanding, dan 9 desa di Kecamatan Benjeng yaitu Desa Sedapurklagen, Lundo, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti, Kalipadang, Bulurejo, Sirnoboyo, dan Klampok.

Tiga personil dari tim respon Dompet Dhuafa Jatim yang bertugas saat itu, yaitu Agus Tria Budi, Fais, dan Basiran, melakukan beberapa aksi respon terhadap warga-warga yang terdampak. John, sapaan akrab Agus Tria, menyampaikan hasil kaji cepatnya, bahwa banjir telah memutus akses jembatan di Desa Ngepung, Kecamatan Benjeng akibat derasnya air dan banjir yang menghantam.

“Satu jembatan di Desa Ngepung, Kecamatan Benjeng, jebol karena banjir yang deras. Perlahan banjir semakin surut, namun di perumahan Gurahanyar, Morowudi, ada satu komplek masih terendam parah, di ketinggian air 120 sentimeter,” terangnya.

Sementara pada Selasa (29/12/2020), tim Dompet Dhuafa Jatim melanjutkan menggulirkan aksi support makanan siap saji sebanyak 300 paket dari komunitas Arsa.

“Pendistribusiannya untuk yang masih bertahan di rumah, kita droping ke rumah masing-masing menggunakan perahu kecil. Sedangkan lainya, yang terdapat pos pengungsian, kita serahkan ke pos logistik desa. Termasuk salah satunya di pos Desa Morowudi,” terang John, dilansir dompetdhuafa.org.

Advertisement