
BANDUNG – Banjir melanda kawasan Pagarsih dan Pasirkoja, Bandung pada Jumat (1/11/2019) lalu dan penyebabnya diketahui akibat sampah-sampah besar seperti kasur.
DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kota Bandung berusaha mencari penyebab banjir di kawasan tersebut dan pada Senin (4/11/2019), diketahui kasur bekas menjadi penyebabnya banjir di dua kawasan tersebut.
DPU Kota Bandung melaporkan, selain tumpukan sampah plastik yang menghambat aliran air, kasur bekas yang dibuang warga membuat aliran air tersendat.
“Dari mana datangnya banjir di Gang Pasantren, Pasirkoja? Ternyata ini penyebabnya,” kata DPU Kota Bandung dalam keterangan foto penemuan kasur bekas di Pasirkoja, di media sosial.
Sementara itu Komandan Sektor 22 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Rahman Taufik membenarkan bahwa warga Kota Bandung masih banyak yang membuang sampah dan barang bekas ke sungai. Perabot rumah tangga bekas kerap ditemukan Satgas Citarum Harum di beberapa sungai di Kota Bandung.
“Kami sudah beberapa kali menemukan kasur. Kami menemukan lemari bekas, kursi bekas, sofa, dan lainnya. Banyak sekali ditemukan di anak sungai di Kota Bandung,” ujar Asep alam, saat diwawancara Radio PRFM.
“Apabila hujan lebat, di beberapa titik terjadi terjadi banjir, disebabkan tumpukan sampah yang setiap hari masih ada karena masyarakat masih banyak yang buang sampah ke sungai,” ucap Asep.




