JAKARTA, KBKNEWS.id – Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Gamsunoro dan Pertamina Pride, masih tertahan di Teluk Arab karena belum mendapatkan izin melintas di Selat Hormuz.
Pemerintah memastikan kondisi ini tidak akan mengganggu pasokan energi nasional, baik BBM maupun LPG.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keterlambatan kedua kapal tersebut tidak berkaitan langsung dengan ketersediaan stok energi di dalam negeri.
“Jangan dikaitkan seolah-olah proses negosiasi ini akan mengganggu suplai. Tidak seperti itu,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, total muatan dari dua kapal tersebut sekitar 1,8 juta barel, yang hanya setara dengan cadangan energi nasional selama satu hingga dua hari. Sementara itu, Indonesia saat ini memiliki cadangan energi lebih dari 20 hari.
Dengan demikian, dampak dari tertahannya kapal dinilai relatif kecil terhadap ketahanan energi nasional.
Pemerintah juga terus melakukan langkah antisipasi dengan mencari sumber pasokan energi dari wilayah lain, tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Sumber suplai dari tempat lain juga kita amankan,” tegas Prasetyo.
Saat ini, negosiasi agar kedua kapal dapat segera melintasi Selat Hormuz masih terus berlangsung.





