Kemlu Janji segera Pulangkan 720 WNI yang Terjebak di Timur Tengah

Pemerintah Rusia menyampaikan kecaman keras atas serangan militer yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. (Foto: BBC)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sebanyak 720 warga negara Indonesia (WNI) yang tertahan di sejumlah wilayah Timur Tengah akibat gangguan penerbangan kini tengah dalam penanganan dan akan segera dipulangkan ke tanah air.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa para WNI tersebut saat ini masih menunggu jadwal penerbangan setelah terdampak disrupsi di kawasan.

“Sebanyak 720 WNI tertahan akibat gangguan penerbangan di Timur Tengah dan saat ini sudah dalam proses penanganan untuk kepulangan,” ujar Heni dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (8/4).

Selain itu, Kemlu mencatat sebanyak 2.284 WNI telah berhasil difasilitasi untuk melakukan repatriasi mandiri. Jumlah tersebut belum termasuk para jamaah umrah yang juga terdampak situasi serupa.

Kemlu bersama seluruh perwakilan RI di kawasan terus memantau perkembangan situasi, khususnya di wilayah Teluk dan Iran, seiring memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kini memasuki fase gencatan senjata sementara.

Hingga saat ini, tercatat masih ada 281 WNI berada di Iran, termasuk 35 awak kapal yang berada di wilayah pesisir. Untuk itu, Kedutaan Besar RI di Teheran tengah menyiapkan gelombang evakuasi lanjutan bagi WNI yang ingin kembali ke Indonesia.

Proses evakuasi dilakukan dengan perencanaan matang, mempertimbangkan faktor keamanan di lapangan, mulai dari jalur perjalanan menuju titik kumpul hingga keberangkatan dari negara transit.

“KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dan melakukan komunikasi intensif dengan para WNI yang siap dievakuasi,” tambah Heni.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, disertai rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menyusul hal tersebut, Iran juga mengonfirmasi akan memulai pembicaraan dengan AS pada 10 April di Islamabad, Pakistan.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melindungi WNI di luar negeri dan memastikan keselamatan mereka di tengah dinamika konflik kawasan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here