San Pedro Sula-Aksi kekerasan di Honduras belakangan meningkat. Hal ini terbukti dengan dua pembantaian terjadi dalam kurun waktu 12 jam.
15 orang dilaporkan tewas di Ibu Kota Honduras, Tegucigalpa dan San Pedro Sula, pada Selasa, 24 November dan Rabu, 25 November 2015 waktu setempat.
Tragedi pembantaian pertama terjadi pada delapan orang, di antaranya sopir bus dan aksi di sebuah terminal Kota San Pedro Sula, oleh enam gerombolan bersenjata.
Mereka ditembaki lantaran diduga kuat menunggak “pajak preman” mingguan kepada para anggota geng tersebut.
Sementara penembakan di Tegucigalpa yang menewaskan delapan orang, diyakini kepolisian dilatarbelakangi persoalan pemerasan dan penjualan narkoba.
“Saya tak bisa merasakan apapun selain rasa sakit dan kesedihan atas apa yang terjadi. Hati saya terluka melihat aksi pembantaian ini,” tutur Komisaris Polisi Leonel Sauceda, seperti diberitakan The Guardian, Kamis (26/11/).
Sampai hari ini keamanan di sejumlah daerah di negara itu diperketat.“Saat seperti ini bukan waktunya melonggarkan pengamanan. Ini waktunya buat kami menjaga negara kami dan keluarga yang telah kehilangan,” tambahnya.




