spot_img

Dugaan Pembunuhan Massal Israel di Gaza

SELAIN membombardir  permukiman sipil di wilayah Gaza, Palestina sejak  8 Oktober lalu tanpa jeda kecuali saat beberapa hari gencatan senjata, temuan puluhan jasad baru-baru ini menjurus dugaan pembunuhan massal oleh Israel di wilayah itu.

Sekitar 30-an jasad yang dikuburkan seadanya ditemukan di kompleks sekolah Khalifa bin Zayed, kawasan Bet Lahia, Gaza  (31/1) lalu yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Israel selama beberapa bulan.

Saksi mata menyebutkan, pasukan Israel menangkapi sejumlah orang di sekitar area sekolah, lalu membawanya ke kompleks sekolah tersebut.

Sejumlah stasiun TV  Timur Tengah menayangkan rekaman video lokasi temuan jenasah, bahkan foto-foto jasad yang terikat dan mata ditutup kain tampak di postingan sejumlah medsos.

Sementara tim evakuasi dilaporkan menemukan sejumlah jenasah terbungkus kantong plastik yang hanya diurug tanah asal-asalan, tidak dikuburkan di lubang dalam.

Sejauh ini belum diperoleh identitas para korban, namun warga setempat dan tim evakuasi menemukan kantong-kantong plastik tersebut diikat kabel dan dilabeli dengan tulisan bahasa Ibrani, sehingga mereka curiga, pelakunya tentara Israel.

Sedangkan Kelompok Pemantau Tahanan Palestina (PPC)menduga seluruh korban yang dtangkapi dari sejumlah lokasi dieksekusi dengan dari jarak dekat, tampak dari luka-luka yang dialami korban.

Bombardemen yang dilakukan dari udara dan tembakan tank-tank serta serbuan pasukan Israel sejauh ini sudah menewaskan sekitar 27-ribu milisi Hamas dan warga sipil Palestina, terbanyak anak-anak dan perempuan, belum lagi sekitar 70.000-an yang luka luka.

Konflik Gaza yang berawal dari serangan dan penyanderaan oleh milisi Hamas di wilayah Israel selatan yang dibalas secara brutal oleh Israel selang sehari kemudian sampai hari ini.

Eskalasi konflik tak terhindarkan setelah milisi dukungan Iran yakni Hizbullah bermarkas di Lebanon dan Suriah serta Houthi di Yaman membuka front baru sehingga memancing serangan AS setelah mereka menyerang kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah dan pos tentara AS di Jordania.

Hukum Perang sebenarnya juga mengatur penegakan Hak Azasi Manusia, walau faktanya, di tengah pergulatan menyabung nyawa, orang cenderung berbuat semau-maunya. (AP/AFP/ns)

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles