Dukung Maduro, Turki Kutuk Upaya Kudeta AS terhadap Presiden Venezuela

Aksi demo tak henti-hentinya digelar di Venezuela menuntut Presiden Nicolas Maduro lengser karena dinilai tidak becus mengurus ekonomi. Tokoh baru, Ketua Majelis Nasional Juan yang digadang-gadang rakyat Guaido muncul.

ANKARA – Pemimpin partai oposisi Turki dengan keras mengutuk upaya kudeta Presiden AS Donald Trump terhadap presiden Venezuela Nicolas Maduro.

“Saya sangat mengutuk upaya kudeta Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan saya berharap Venezuela selamat dari kesulitan ini tanpa terseret ke dalam kondisi perang saudara,” ungkap Devlet Bahceli, kepala oposisi Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Minggu (27/1/2019).

“Menentang penindas berarti berdiri dengan hak dan kebenaran,” kata Bahceli.

“Adalah harapan saya agar Maduro tidak menyerah, sujud, dan jatuh ke dalam penawanan imperialisme,” lanjutnya.

Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemilihan boikot oleh oposisi.

Pada hari Rabu, Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden.

Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden negara tersebut.

Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikutinya sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.

Rusia dan China sama-sama menentang seruan AS untuk mendukung Guaido, dan mengutuk setiap campur tangan internasional dalam urusan Venezuela.

Turki dan Iran juga lebih memilih berada  pada kubu Maduro.

Advertisement