Rajin Sedekah dan Menabung, Penjual Cilok di Majalengka Beli Mobil dengan Uang Receh

Penjual cilok di Majalengka membeli mobil dengan uang receh/ PR

MAJALENGKA – Pasangan suami istri penjual cilok, Tirta (49) dan Mimin (44), asal Kabupaten Majalengka membeli mobil dengan uang receh hasil dari tabungan selama tujuh tahun

Pasangan asal Blok Pamengkang RT02/01, Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, itu menggunakan uang ribuan dan koin pecahan Rp 500 yang dikemas dalam plastik yang terdiri dari koin Rp 500 yang mencapai Rp 50 juta dan sisanya uang kertas, dengan total sebanyak Rp 262 juta.

Dilansir pikiran-rakyat.com, Tirta dan Mimin menuturkan, mereka memperoleh uang sebesar Rp 262 juta tersebut dari hasil menabung sejak Tahun 2012 lalu. Awalnya, pasangan ini menabung untuk berhaji. Namun untuk berhaji, diperkirakan mereka baru bisa berangkat di tahun 2020 atau 2021.

“Sekarang karena haji masih lama dan mudah mudahan bisa dilunasi, kami sekeluarga memutuskan ingin membeli mobil. Anak saya Eni Fatmawati yang memilih jenis mobil rush,” kata Tirta yang mengaku sudah bisa mengendarai mobil.

Selain dari berjualan cilok,  tabungan tersebut diperolehnya dari hasil bertani seluas 300 bata, yang sawahnya diperoleh dari menyewa kepada pemilik sawah. Selain itu, hasil upah menggarap sawah dengan traktor sebesar Rp 1 juta per hektare turut dikumpulkan.

Tirta menuturkan, dia bersukur bisa mendapatkan rizki yang berkah dan dia memiliki keyakinan apa yang diperolehnya sekarang karena dirinya rajin bersedekah.

Setiap selesai panen, sebagian hasilnya disisihkan untuk berzakat yang dari pengumpulannya dibagikan setiap tahun sekali kepada warga di sekitar rumahnya. “Tiap tahun saya membagikan 4 kg beras ditambah uang sebesar Rp 5.000 kepada 41 keluarga. Semula untuk uang hanya Rp 3.000, namun dengan bertambah tahun uang ditambah, bahkan tahun sekarang uangnya yangbdihajatkan untuk setiap orang sudah Rp 23.000,” ujarnya.

Advertisement