Efek dari Ganja Sintesis Ini Membuat Pemakainya Seperti “Zombie”

Ilustrasi Ganja Sintesis/ist

NEW YORK- Sebuah penelitian yang dipublikasikan pekan ini di The New England Journal of Medicine menjelaskan, ada jenis ganja atau marijuana jenis baru yang berkekuatan 85 kali dari ganja biasa.

Seperti dilansir CNN,Sabtu (17/12)  ganja baru ini lebih dikenal dengan nama fake pot atau K2 dan bisa membuat pemakainya menjadi zombie, namun bukan zombie film tahun 70 an yang lambat dan mudah dihindari, namun zombie yang berlari cepat dan memiliki fisik prima.

Akibat menggunakan ganja ajaib ini, setidaknya 33 orang dibawa ke rumah sakit Brooklyn Newyork karena overdosis.

Si pengguna ganja ini bahkan bisa menghancurkan pagar kayu dengan mudah, dan seolah-olah si pengguna memiliki kekuatan super yang jauh dari kekuatan asli si pengguna.

Untuk mengetahui apa yang bisa menyebabkan si pengguna menjadi musuh di film Walking Dead ini, Roy Gerona seorang profesor dari University of California melakukan riset terhadap ganja jenis baru ini.

“Ternyata di dalam ganja sintesis ini terdapat campuran AMB-FUBINICA yang mulanya dikembangkan sebagai penghilang rasa sakit oleh perusahaan obat-obatan Pfizer pada tahun 2009,” ujarnya.

Bahkan 3 tahun kemudian yaitu tahun 2012 AMB-FUBINACA ini oleh pemerintah Jepang dijadikan sebagai obat terlarang, “Namun baru tahun 2014 di Amerika baru ada pembatasan penjualan dari bahan kimia berbahaya tersebut,” ujar Gerona, seraya menambahkan bahan haram ini bisa ditemukan dengan mudah di daerah Lousiana, sehingga pemerintahan setempat melarangnya.
Efek samping yang ditimbulkan dari ganja ini sungguh mengerikan,  bisa membuat kerusakan pada jantung, atau bahkan si pengguna bisa mengalami gagal ginjal.

“Tapi ada juga sebuah kasus si pengguna tak merasa kuat, justru merasa lemah, dan mengerang-ngerang tanpa tahu apa yang dirasakannya, efeknya benar-benar seperti zombie juga,” ujarnya.

Gerona pun hingga kini masih meneliti darimana bahan mengerikan AMB-FUBINACA ini bisa dijual dengan bebas di jalanan New York Amerika, karena untuk membuatnya dibutuhkan seorang yang ahli dalam farmasi.

“Bahan ini tak bisa dibuat mudah seperti sabu-sabu dengan hanya mengandalkan garasi di rumah sebagai lokasi pembuatan,” ujarnya.

Advertisement