Sudah Tujuh Hercules TNI-AU Jatuh

Pesawat hercules TNI AU Jatuh di Wamena/ Tribunnews

MUSIBAH kecelakaan pesawat terbang milik militer yang menelan korban jiwa kembali terjadi, kali ini menimpa pesawat angkut Hercules C-130 HS milik TNI-AU dengan nomor ekor  A-1334 menjelang mendarat di Bandara Wamena,  Papua, Mingu pagi.

Seluruhnya 12 awak pesawat dan seorang penumpang anggota TNI dilaporkan meninggal dan ditemukan di reruntuhan pesawat yang jatuh di kawasan Gunung Tugiwa, tidak jauh dari Bandara Wamena.

Wakasau Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmaja dalam jumpa pers, Minggu,  menyebutkan pesawat naas itu dalam penerbangan menuju Wamena dengan misi pelatihan  kenaikan “grade” dua awaknya dari kopilot menjadi pilot.

Pesawat dipiloti oleh Mayor Pnb. Marlon A Kawer, dibantu kopilot Kapten Pnb. Hontian Saragih dan Lettu Pnb. Hanggio Fitradhi. Kedelapan korban lainnya ( kru pesawat) adalah Lettu Arif Fajar, Peltu Lukman Hakim,Peltu Kusen, Peltu Suyata, Serma Khudori, Peltu Agung Tri, Pelda Agung S ,   Serma Fatoni, Serda Suyanto dan penumpang Kapten Rino dari Satgas 212.

Pesawat naas itu tengah melakukan latihan bagi awaknya dari Bandara Timika, Kab. Mimika menuju Wamena, di Kab. Jayawijaya.

Pesawat mengudara pada pukul 6.35 waktu setempat dan menurut petugas menara pengawas lalu-lintas penerbangan (ATC) di Bandara Wamena, awak pesawat memberitahukan akan “landing”pada pukul 6.08, namun satu menit kemudian kehilangan kontak.

Berdasarkan penyelidikan awal, menurut Hadiyan, cuaca di sekitar wilayah pendaratan berawan dan bandara Wamena sendiri tertutup kabut. “Jadi, dugaan sementara, pesawat jatuh akibat cuaca buruk, “ ujarnya.

Kondisi pesawat sendiri menurut dia laik terbang, dicek secara rutin setiap 50 jam terbang, dan akan menjalani perawatan lebih lengkap lagi untuk setiap 1.000 jam terbang.

“Investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, dan untuk mencegah tidak terulangnya kejadian yang sama,” tuturnya

Menurut catatan, dengan musibah terakhir ini berati sudah tujuh  pesawat Hercules TNI yang mengalami musibah fatal yang mengakibatkan korban jiwa.

Pada 3 September 1964, Hercules TNI-AU  yang mengangkut 47 anggota PGT (sekarang Kopasgat) dengan nomor ekor T-1306  hilang di atas perairan Selat Malaka, kemungkinan jatuh akibat terbang rendah guna menghindari deteksi radar musuh di tengah operasi Dwikora dalam konfrontasi dengan Malaysia.

Pada 16 September 1965,  sebuah Hercules TNI-AU jatuh di Long Bawang, Kalimantan Timur, kemungkinan akibat salah tembak. Tidak diketahui jumlah korban, namun sebagian selamat, berhasil meninggalkan pesawat.

Dalam kecelakaan jatuhnya Hercules dengan nomor ekor T-1322 di kawasan Embusan, Gunung Sibayak pada 21 November 1985, seluruhnya sepuluh  awaknya tewas.

Sebanyak 135 kru dan penumpangnya, pasukan yang baru mengikuti acara HUT TNI di Halim Perdanakusumah tewas akibat jatuhnya Hercules TNI-AU  di kawasan Condet Jakatrta Timur pada 5 Oktober 1991. Satu-satunya penumpang yang selamat, Pelda Bambang Subandi.

Sementara dalam musibah jatuhnya pesawat L-100-30 Hercules TNI-AU di kawasan pemukiman di Magetan, Jatim pada 20 Mei 2009,  98 awak dan penumpangnya serta dua warga di darat  tewas.

Pesawat Hercules TNI-AU jatuh di Medan pada 30 Juni  2015 menewaskan seluruh awak dan penumpang serta sejumlah warga di darat (total 143 korban).

Hercules adalah pesawat angkut serbaguna buatan Lokheed Martin, AS yang diproduksi sejak tahun 1957 dan sejauh ini digunakan berbagai negara termasuk Indonesia dengan berbagai varian dan misi penerbangan.  Pesawat bermesin empat turboprop ini sudah diproduksi lebih dari 2.300 unit.

Jenis pesawat lain yang kecelakaan     

Sejak 2015 tercatat sejumlah pesawat TNI yang terkena musibah. Dua pesawat aerobatik KT-1B Wongbee buatan Korsel milik Tim Jupiter TNI-AU bersenggolan dan jatuh di Langkawi, Malaysia (15 Maret ‘15). Kedua pilot selamat menggunakan kursi lontar.

Pesawat jet latih lanjutan T50i Golden Eagle buatan Korsel yang jatuh di Yogyakarta, menewaskan pilot dan kopilotnya (20 Des. ’15),

Pada 20 Des. 2015 pesawat tempur taktis Super Tucano ex- Brazil menimpa rumah di Malang, menewaskan pilot dan kopilotnya.  Pesawat T50i baru dioperasikan oleh TNI-AU pada akhir 2012, sedangkan Super Tucano sejak Feb. 2014.

Helikopter Bell 412 EP milik TNI-AD jatuh di kawasan Taman Nasional Kayang Mentarang, Malinau, Kaltim (24/11). Dua kru selamat dan tiga tewas. Sebelumnya jenis helikopter yang sama, juga milik TNI-AD jatuh di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah pada 20 Maret lalu, menewaskan lima awak dan tujuh penumpangnya.

Pesawat angkut serbaguna M28 Sky Truck milik Polri kecemplung di perairan Lingga, Kepulauan Riau, 4 Desember lalu, menewaskan lima awaknya dan delapan penumpang.

 

 

Advertisement