Ekonomi Terpuruk dan Lahan Terbatas, Warga Gaza Terpaksa Tinggal di Atas Kuburan

Ilustrasi/ Anadolu

GAZA – Padatnya penduduk Gaza dan terbatasnya lahan disana membuat warga setempat tidak punya pilihan lain untuk membangun tempat tinggal di atas tanah kuburan.

Beberapa penduduk Gaza yang kesulitan mencari tempat tinggal karena keterbatasan lahan memilih untuk menetap di area pemakaman umum, belum lagi karena kondisi ekonomi yang terpuruk akibat blokade Israel.

Misalnya saja di pemakaman Sheikh Shaban, yang merupakan pemakaman tertua di Gaza, ada keluarga Kamilia Kuhail yang tinggal di sebuah rumah yang dibangun oleh suaminya di area tersebut.

Dilansir Reuters, suami Kuhail membangun rumah di atas dua kuburan orang tak dikenal, yang jenazahnya kini terkubur di bawah fondasi bangunan.

“Jika orang mati bisa berbicara, mereka akan meminta kami untuk pergi dari sini,” kata Kuhail yang tinggal bersama enam anaknya.

Ada bau khas yang tercium saat memasuki rumahnya. Kuhail menyebut bau itu sebagai “bau kematian”. Bahkan anak-anak Kuhail kerap bertanya kapan mereka bisa pindah dari kuburan dan tinggal di rumah yang layak.

“Saya kadang-kadang diundang oleh teman-teman sekolah, tetapi saya tidak dapat mengundang mereka ke sini, saya terlalu malu untuk melakukannya,” kata Lamis, putri Kuhail yang berusia 12 tahun.

Mazen An-Najar, dari Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza, yang mengawasi 64 kuburan di Gaza mengatakan tinggal di atas tanah kuburan menjadi realitas yang harus dihadapi warga.

“Kami menghadapi dilema menemukan lahan untuk membangun kuburan karena realitas Gaza dan pertumbuhan penduduknya,” katanya.

“Kebutuhan semakin besar setiap tahun. Kami membutuhkan konstruksi dan kami membutuhkan lahan kuburan,” tambahnya.

Menurutnya, Kementerian Wakaf telah menutup 24 kuburan yang telah mencapai kapasitas. Kendati demikian, banyak keluarga terus menguburkan keluarga mereka yang meninggal dunia di kuburan tua di dekat rumah mereka.

Najar juga mengatakan, mereka telah mengalokasikan lahan kuburan baru di empat kota lain di wilayah Gaza. Tetapi mereka harus segera menemukan pengganti pemakaman terbesar yang terletak di Gaza utara. Sekitar 750 ribu orang tinggal di area pemakaman tersebut.

 

Advertisement