Empat Jamaah Haji Indonesia Yang Meninggal Akan Dibadalhajikan

Ilustrasi/ kabarmekkah.com

MAKKAH – Kasi Bimbingan Ibadah Daker Makkah, Tawwabuddin mengatakan calon jamaah haji yang meninggal sebelum pelaksanaan ibadah wukuf itu akan dibadalhajikan.

Terhitung hingga kini sudah ada empat jamaah Indonesia meninggal dunia saat penyelenggaraan musim haji 2016 untuk keberangkatan kloter pertama.

“Seluruh jamaah yang sudah berada di Arab Saudi dan meninggal sebelum pelaksanaan wukuf, maka mereka akan dibadalhajikan,” kata Tawwab di kantor Daker Makkah, Sysia, Arab Saudi, seperti diberitakan Republika.

Berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah No 456 tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan safari wukuf dan badal haji, jamaah yang akan dibadalhajikan adalah meninggal setelah masuk di asrama haji embarkasi, meninggal dalam perjalanan di pesawat atau meninggal di Arab Saudi sebelum pelaksanaan wukuf.

Oleh karena itu, pihak keluarga calon jamaah haji yang meninggal diimbau untuk tidak merasa khawatir dan ragu, karena keluarga mereka yang meninggal dunia itu tetap dibadalhajikan oleh pemerintah.

Tawwab juga menegaskan jika Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada saatnya akan melakukan rekruitmen petugas badal haji sesuai dengan kebutuhan.

Diketahui, badal haji adalah proses menghajikan seseorang dengan syarat dan ketentuan tertentu, diantaranya karena orang tersebut tidak mampu secara fisik atau meninggal sebelum wukuf di tanah suci seperti yang tertuang dalam Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah No 456 tahun 2015 tadi.

Advertisement