CIREBON – Banjir merendam kawasan pemukiman warga di empat Kecamatan di Cirebon, Jawa Barat, dan terjadi sejak Jumat (17/1) malam.
Empat kecamatan tersebut yakni Harjamukti, Kesambi, Lemahwungkuk, dan Pekalipan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan Kecamatan Lemahwungkuk menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah, karena hingga pukul 02.04 WIB banjir masih merendam kawasan permukiman di kecamatan tersebut.
“Total ada enam kelurahan yang terdampak banjir. Kami sudah menyiapkan lokasi evakuasi lainnya, baik di fasilitas umum maupun tempat yang dinilai aman,” ujarnya.
Agus menuturkan banjir kali ini tergolong lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah hulu, sehingga aliran air terus masuk ke wilayah hilir, termasuk Kota Cirebon.
“Kondisi banjir kali ini terlihat lebih tinggi. Informasi terakhir menyebutkan air di beberapa titik mulai surut, tetapi kami tetap waspada karena aliran dari hulu masih berlangsung,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa wilayah di Kota Cirebon mengalami banjir dengan ketinggian air yang cukup signifikan. Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai satu hingga 1,5 meter, seperti di Kelurahan Drajat, Kasepuhan, Jagasatru, serta Lemahwungkuk.
Agus menyatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan asesmen untuk mengetahui jumlah pasti warga terdampak. Namun, sudah ada ratusan warga yang dievakuasi dari sejumlah titik banjir.
Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor ke posko pengungsian, jika membutuhkan bantuan evakuasi.
Selain itu, ia meminta warga di wilayah rawan banjir untuk segera mengungsi jika kondisi air semakin meningkat.



