PROBOLINGGO – Sebanyak enam dari 325 desa di Probolinggo belum memiliki bidan yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga honorer, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.
“Enam desa itu, yakni Ngadisari di Kecamatan Sukapura, Karangrejo Kecamatan Kuripan, Gunungbekel Kecamatan Tegalsiwalan, Andungbiru Kecamatan Tiris, Roto Kecamatan Krucil dan Tambakukir Kecamatan Kotaanyar,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (1/8/2016).
Menurut dia, jumlah tenaga bidan yang ada di Kabupaten Probolinggo mencapai 316 orang, dengan rinciannya sebanyak 146 bidan desa berstatus PNS, 126 pegawai tidak tetap (PTT) dan 44 honorer daerah yang tersebar di 319 desa.
Meskipun demikian masih ada desa yang belum memiliki bidan, “Masih ada enam desa yang belum ada tenaga bidannya karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Dinas Kesehatan, sejak adanya pembatasan perekrutan tenaga medis oleh pemerintah daerah yang diberlakukan beberapa waktu yang lalu,” tuturnya.
Meskipun ia mengaku pihaknya telah berupaya maksimal dengan mengajukan tenaga medis untuk ditempatkan di enam desa tersebut, namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kapan tenaga bidan di enam desa tersebut bisa segera dipenuhi.
Tidak adanya bidan di desa menjadi permasalahan yang serius, terutama bagi ibu hamil, apalagi jarak menuju puskesmas terhitung jauh. Keluhan ini disampaikan
seorang warga Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Agus Subiyanto.
“Ketika ada warga yang sakit atau akan melahirkan harus dibawa ke Puskesmas Ranugedang yang letaknya cukup jauh, sehingga kami berharap segera ada bidan di Desa Andungbiru,” tuturnya, dilansir Antara.
Dengan adanya bidan, kata dia, masalah penyediaan layanan kesehatan dan ibu yang akan melahirkan baik sebelum dan setelah melahirkan mendapat penanganan medis yang baik sehingga warga tidak perlu cemas saat akan melahirkan.





