FAA pastikan sakelar BBM pesawat Boeing aman

Pesawat Boeing B-787-8 AIr India AI-171 yang jatuh beberapa saat setelah lepas landas di Bandara AHmedabad, India, (12/6) lalu menewaskan 230 penumpang, 12 kru dan 33 korban di darat. (ilustrasi: India today)

BADAN Penerbangan Amerika Serikat (FAA) dan Boeing memastikan desain kunci sakelar bahan bakar pada seluruh jenis pesawat angkut penumpang Boeing, termasuk B-787-8 Dreamliner milik Air India-171  yang jatuh di Bandara Ahmedabad, 12 Juni lalu aman.

Hal itu sekaligus merupakan bantahan hasil temuan awal Biro Investigasi Kecelakaan Penerbangan India (AAIB) setebal 15 halaman yang menyebutkan dugaan berpindahnya sakelar bahan bakar pesawat dari posisi “run” ke “cutoff” yang menjadi penyebab kecelakaan AI-171.

Pernyataan bersama FAA dan Boeing ini disampaikan dalam pemberitahuan tertutup yang dilansir  Reuters, (13/7) berdasarkan empat sumber yang kompeten  terkait musibah tersebut.

Notifikasi Kelaikan Udara Lanjutan dari FAA yang dirilis 11 Juli 2025 ini terbit setelah kecelakaan pesawat Boeing 787-8 milik Air India yang menewaskan 274 orang (230 penumpang, 12 kru dan 33 korban di darat). Satu penumpang Inggeris selamat.

Kecelakaan Maut Kecelakaan Air India tersebut sebelumnya memunculkan dugaan adanya masalah pada sakelar pemutus bahan bakar mesin.

“Meskipun desain sakelar kontrol bahan bakar, termasuk fitur penguncian, serupa pada berbagai model pesawat Boeing, FAA tidak menganggap masalah ini sebagai kondisi tidak aman yang memerlukan Arahan Kelaikan Udara pada model pesawat Boeing apa pun, termasuk B- 787,” demikian isi notifikasi FAA kepada Otoritas Penerbangan Sipil.

Saat diminta tanggapan, FAA menyatakan tidak memiliki komentar tambahan selain isi pemberitahuan tersebut, sementara Boeing juga mengacu pada notifikasi FAA dalam pesan multi-operator yang dikirimkan kepada maskapai penerbangan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut dua sumber, Boeing tidak merekomendasikan adanya tindakan lebih lanjut. Saat diminta komentar, Boeing mengarahkan pertanyaan Reuters kepada FAA.

Laporan investigasi awal AAIB merujuk pada anjuran FAA tahun 2018. Dalam anjuran itu, FAA merekomendasikan tetapi tidak mewajibkan operator beberapa model Boeing, termasuk 787, untuk memeriksa fitur pengunci sakelar bahan bakar guna mencegah perpindahan sakelar yang tidak disengaja.

Cuma Imbauan

Maskapai Air India dalam laporannya menyatakan tidak melakukan inspeksi pada pengunci sakelar bahan bakar karena sifatnya hanya berupa imbauan, bukan kewajiban.

Namun, catatan perawatan menunjukkan modul kontrol katup BBM mencakup sakelar bahan bakar telah diganti pada 2019 dan 2023 di pesawat yang terlibat kecelakaan.

Laporan juga menegaskan, pesawat beserta mesinnya telah mematuhi semua arahan kelaikan udara dan buletin layanan peringatan yang berlaku.

Asosiasi Pilot Maskapai India (ALPA India), yang merupakan bagian dari Federasi Asosiasi Pilot Maskapai Internasional berbasis di Montreal, menyerukan penyelidikan yang adil dan berbasis fakta.

“Perwakilan pilot harus dilibatkan dalam penyelidikan, setidaknya sebagai pengamat,” kata Presiden ALPA India, Sam Thomas, kepada Reuters Minggu (13/7.

Melalui pernyataan yang diunggah di platform X, ALPA India menyebut bahwa laporan investigasi awal AAIB merujuk pada imbauan FAA 2018 tentang sakelar kontrol bahan bakar, yang menunjukkan potensi malfungsi peralatan.

Dalam laporan disebutkan bahwa pada detik-detik terakhir penerbangan, suara dari perekam kokpit menangkap percakapan salah satu pilot yang bertanya kepada rekannya mengapa bahan bakar dimatikan.

Pilot satunya menjawab bahwa dia tidak melakukannya. Disebutkan pula, sakelar bahan bakar hampir secara bersamaan beralih dari mode operasi (run) ke mode “off”  sesaat setelah lepas landas.

Investigasi lanjutan agaknya masih panjang dan memerlukan waktu untuk memastikan penyebab kecelakaan pesawat penumpang itu. (Reuters/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here