Fresh Graduate, Siap-Siap! Ada 100 Ribu Kesempatan Magang Berbayar dari Pemerintah

JAKARTA, KBKNews.id – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tengah menyiapkan program magang berbayar bagi lulusan sarjana (S1) dengan target mencapai 100.000 peserta.

Program ini dirancang sebagai respons terhadap laporan Bank Dunia yang menyebutkan meningkatnya jumlah pekerja informal di kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, akibat lambatnya pertumbuhan sektor formal.

Dalam laporan berjudul World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025, disebutkan bahwa satu dari tujuh pemuda di Indonesia dan China menganggur dan mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan.

Selain itu, sebagian besar tenaga kerja di wilayah tersebut masih bergantung pada sektor informal yang minim perlindungan sosial dan kepastian pendapatan.

Menurut Purbaya, program magang berbayar ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Sekaligus, memberikan pengalaman nyata bagi para lulusan baru sebelum memasuki pasar kerja formal.

“Itu (kuota) 20 ribu orang pertama. Nanti kalau keserap, tambah lagi 20 ribu. Kalau keserap lagi, tambah 20 ribu lagi sampai targetnya 100 ribu. Jadi, nggak usah takut teman-teman yang cari kerja, yang S1, yang sekarang baru lulus,” jelas Purbaya di Kantor LPS, Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan, program ini akan memberikan manfaat ganda. Perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja baru yang terlatih tanpa biaya besar, sementara peserta magang mendapatkan pengalaman kerja dan kompensasi finansial.

“Perusahaan pasti tertarik pakai program itu, pada dasarnya tenaga kerja gratis untuk mereka. Sebenarnya, ini untuk melatih tenaga kerja yang baru lulus agar lebih terekspos ke pekerjaan di lapangan,” kata Purbaya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendanaan program ini akan dilakukan secara bertahap agar tepat sasaran.

“Saya nggak mau kasih banyak-banyak, karena biasanya kebanyakan nanti nganggur duitnya,” tegasnya.

Purbaya lantas menyoroti meningkatnya jumlah pekerja informal di Indonesia yang disebutnya sebagai dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kerjaan informal meningkat karena growth-nya lambat, kan, kemarin-kemarin. Kalau kita ciptakan growth yang lebih cepat, nanti yang informal-informal itu pelan-pelan akan berkurang, masuk ke formal,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah kini fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas agar mampu menciptakan lebih banyak pekerjaan formal dengan pendapatan stabil.

“Kalau pertumbuhan ekonomi penganggurannya gede tapi track record-nya nggak besar, berarti masuk ke informal. Itu yang kita ubah, karena kadang-kadang income-nya nggak menentu,” ujarnya.

Bank Dunia dalam laporannya juga mencatat bahwa tantangan utama bagi generasi muda Indonesia adalah terbatasnya akses terhadap pekerjaan berkualitas serta ketidaksesuaian antara keterampilan pendidikan dan kebutuhan industri.

Melalui program magang berbayar ini, Purbaya berharap para lulusan baru dapat memperoleh pengalaman kerja riil, meningkatkan kompetensi, dan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di sektor formal.

“Program ini bukan hanya untuk mengurangi pengangguran muda, tetapi juga menjadi stimulus bagi perekonomian nasional,” ujar Purbaya.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis program magang berbayar mampu menjadi pondasi awal transformasi tenaga kerja Indonesia, dari dominasi sektor informal menuju struktur ekonomi yang lebih produktif dan berdaya saing.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here