FWP: 40 Persen Donatur Wakaf Ada di Kalangan Milenial

Wakaf Jalan Allah
Ilustrasi: Wakaf

JAKARTA – Dinamika dalam pertumbuhan wakaf terus bergerak maju, wakaf mempunyai dimensi keberlangsungan yang sangat panjang. Merubah mindset atau pola piker yang tertanam di masyarakat harus digalakkan, saat ini pola piker yang terjadi di masyarakat yakni wakaf hanya untuk kalangan kaya dan bisa ditunaikan dengan bilangan besar, padahal penerima manfaat bisa dinikmati semua golongan.

“Dapat partisipasikan dari semua kalangan. Hari ini partisipasi masyarakat berwakaf cukup meningkat, terutama kalangan milenial dengan ruang digitalisasi. Hari ini ada 40% donator wakaf di usia 20-25 tahunan. Tentu ini peluang cukup besar dalam menggerakan wakaf dalam bidang kebencanaan,”ujar Bobby P. Manullang, Ketua Forum Wakaf Produktif.

Wakaf harus dieratkan sebagai solusi kebencanaan, maka sangat penting dalam memberikan edukasi penghimpunan kepedulian tentang kemanusiaan, pengelolaan modeling solusi kebencanaan hingga pelaporan dengan tersistem kepercayaan dan layak. Diharapkan jika wakaf secara tunai maka kita bisa bergerak lebih luas lagi bukan sekedar lahan, masjid dan lain-lain.

Seperti wakaf pada era Covid-19, Dompet Dhuafa menghadirkan RS Container COVID-19 yang difungsikan sebagai ruang isolasi, bersifat portable, ramah lingkungan, proses pembuatan cepat dan tahan lama.

Wakaf juga diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi serta kebencanaan seperti pengadaan hunian, dengan tetap terintergrasi sanitasi yang baik, wakaf juga bisa berkontribusi dalam pengadaan sumber air bersih untuk kepentingan komunal dan pengadaan sarana umum yang erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan primer seperti sekolah, pasar.

“Saya ingin jalin kolaborasi yang kuat dengan stakeholder kebencanaan dalam mengkampayekan wakaf, kita memberikan penyadaran berwakaf dalam manfaat keberlangsungan meski dalam bilangan kecil,”tutup Bobby P. Manulang.

Advertisement