Gagal Atasi Serangan Bom, Dua Pejabat Tinggi Keamanan Sri Lanka Diminta Mengundurkan Diri

Keluarga korban bom Sri Lanka/ BBC

SRI LANKA – Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena meminta dua pejabat tinggi keamanan untuk mengundurkan diri setelah ledakan hari Minggu Paskah (21/4/2019).

Permintaan tersebut, seperti dilansir VOA, ditujukan kepada Kepala Polisi, Pujith Jayasundara, dan Menteri Pertahanan, Hemasiri Fernando karena gagal mencegah serangkaian bom yang terjadi dan menewaskan lebih dari 350 orang.

Ketika pemerintah menghadapi luapan kemarahan publik atas kegagalan mengindahkan peringatan itu, para pejabat senior mengakui telah terjadi “kesalahan besar.”

Sementara sejauh ini, 60 orang telah ditangkap dalam kaitan dengan serangan-serangan itu.

Selagi jumlah kematian meningkat tanpa henti, serangan itu kini dianggap sebagai yang terburuk di Asia Selatan. Dari 500 orang yang luka-luka itu masih memperjuangkan hidup mereka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Advertisement