Gagal Kendalikan Demonstrasi, Prancis Kerahkan Kendaraan Lapis Baja ke Jalan

Kendaraan yang terbakar selama bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, setelah kematian Nahel, seorang remaja berusia 17 tahun yang dibunuh oleh seorang petugas polisi Prancis, di Nanterre, pinggiran Paris, Prancis, Rabu (28/6/2023). (Foto: Stephanie Lecocq/REUTERS)

PARIS – Prancis mengerahkan kendaraan lapis baja ke jalan-jalan, Jumat, setelah pihak berwenang gagal mengendalikan demonstrasi yang telah memasuki hari keempat sejak tewasnya seorang remaja dalam insiden yang melibatkan polisi.

Kendaraan lapis baja tersebut ditempatkan di alun-alun di berbagai daerah dan kota, termasuk di Marseille, yang merupakan kota terbesar kedua di Prancis. Kemudian di Woippy, yang berjarak kurang dari 20 mil (32,18 kilometer) dari perbatasan Luksemburg, serta di wilayah Nanterre di pinggiran barat laut Paris.

Sementara itu, dilansir dari Anadolu, polisi berhasil menangkap 19 orang di Toulouse atas tindakan kekerasan yang melibatkan pembakaran sebuah gedung apartemen.

Wali Kota Marseille, Benoit Payan, mendesak pemerintah pusat untuk mengirimkan penambahan pasukan guna memperkuat keamanan. Ia menyatakan bahwa tindakan penjarahan dan kekerasan tersebut tidak dapat lagi diterima.

Menteri Dalam Negeri, Gerald Darmanin, mengungkapkan bahwa sebanyak 270 orang telah ditangkap, dengan lebih dari 80 di antaranya berasal dari Marseille.

Kejadian ini bermula setelah seorang pemuda berusia 19 tahun tewas pada Jumat ketika jatuh dari atap supermarket sekitar pukul 05.00 pagi waktu setempat di wilayah barat laut Prancis.

Insiden tersebut terjadi dalam konteks aksi protes yang sedang berlangsung, seperti yang dilaporkan oleh Harian France Bleu Normandie.

Prancis saat ini sedang dilanda gelombang aksi protes yang berujung kekerasan setelah seorang remaja bernama Nahel M. (17) tewas ditembak oleh seorang polisi di Nanterre, pinggiran kota Paris, pada 27 Juni lalu.

Sumber: Antara

Advertisement