BEKASI – Pasien di RSUD Kota Bekasi mengeluhkan sulitnya mendapatkan ambulans di rumah sakit tersebut dan akhirnya mereka terpaksa menyewa ambulans swasta yang harganya mencapai Rp1,5 juta.
Salah seorang keluarga pasien Citra (29) mengatakan, saat mengurus jenazah anggota keluarganya yang meninggal dunia di RSUD Kota Bekasi, pihak RS menyarankan untuk menggunakan ambulans swasta.
Menurutnya pihak RSUD beralasan ambulans milik mereka penuh dan sedang beroperasi semua. Ditambahkannya, peristiwa ini tidak terajdi sekali, karena sejumlah pasien yang sempat satu ruang medis dengan anggota keluarganya mengeluhkan juga kejadian serupa. Para pasien selalu diarahkan ke kendaraan ambulans milik perorangan.
“Petugas rumah sakit beralasan ambulans RSUD semuanya sibuk. Masak tiap kali ada pasien selalu sibuk,” ujarnya, seperti dilansir Sindonews, Jumat (24/3/2017).
Sementara RSUD Kota Bekasi hanya memiliki 12 ambulans. Namun, tiga diantaranya rusak, sembilan kendaraan beroperasi.
Hingga kini belum ada penjelasan dan konfirmasi dari pihak RSUD Kota Bekasi karena sejumlah pejabat rumah sakit pelat merah tak mau merespons pertanyaan wartawan.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi menyatakan RSUD Kota Bekasi sebenarnya memiliki armada ambulans yang cukup untuk melayani warga. “Sebenarnya jumlahnya cukup kendaraan ambulan milik RSUD Kota. Makanya saya bingung kok bisa tidak ada,” kata Kusnanto.
Pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke RSUD Kota Bekasi terkait keberadaan operasional ambulans. Menurutnya dari 12 ambulans yang ada, tiga sedang rusak sehingga tak dapat digunakan.





