GAZA – Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, pada Senin (10/3/2025), mendesak Israel untuk mencabut larangan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza guna mencegah kelaparan dan penderitaan massal di wilayah Palestina yang masih terkepung.
“Kami sudah melihat tanda-tanda awal kenaikan harga di pasar. Saya pikir semakin lama ini berlangsung, dampaknya terhadap penduduk akan semakin besar. Jelas ada risiko kita kembali ke situasi yang kita alami beberapa bulan lalu, yakni kelaparan yang semakin parah di Jalur Gaza… Blokade ini harus dicabut,” ujar Lazzarini dalam konferensi pers.
UNRWA, yang merupakan badan PBB untuk Bantuan dan Pekerjaan bagi Pengungsi Palestina, telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina selama bertahun-tahun di tengah konflik yang berkepanjangan.
Pada 2 Maret, Israel mengumumkan larangan terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza serta mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap Hamas karena kelompok tersebut menolak usulan baru dari Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan sandera yang tersisa.
Israel berupaya memperpanjang tahap awal kesepakatan gencatan senjata guna memastikan pembebasan seluruh sandera, tetapi tanpa memberikan jaminan penghentian perang di Gaza.
Di sisi lain, Hamas bersikeras agar kesepakatan berlanjut ke tahap berikutnya, yang mencakup penghentian total pertempuran serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah tersebut.





