Gelora Intifadhah dari Balik Jeruji Israel

YERUSALEM (KBK) – Marwan al-Barghutsi atau Marwan Barghouti, 56 tahun, tawanan seumur hidup Israel, yang sangat berpengaruh di Penjara Israel memuji aksi generasi muda Palestina yang terus mengobarkan intifadhah.

Pemimpin Faksi Fatah tersebut menyampaikan permohonan kepada masyarakat internasional untuk mengatasi akar penyebab kekerasan antara Palestina dan Israel.

Dalam sebuah tulisan yang dikirim ke media The Guardian dari penjara Hadarim, Barghouti mengatakan, “akar persoalan itu adalah tidak akan ada perdamaian di Palestina sampai pendudukan Israel berakhir atas Palestina.”

Tulisan yang sama juga ditulis Barghouti ketika puncak Intifadhah Kedua tahun 2002.

Dalam komentar yang mendukung gelombang baru protes di Palestina, Barghouti menyampaikan, “Inilah generasi baru Palestina, karena partai politik telah gagal mencapai kesepakatan, perlawanan sudah naik melampaui perbedaan politik dan fragmentasi geografis.”

Barghouti juga memperingatkan bahwa tindakan Israel  yang menodai Al Aqsa, itu akan mengubah konflik politik menjadi perang agama yang tidak akan pernah berakhir, lebih lanjut akan merusak stabilitas di wilayah.

Bargouti adalah tokoh penting di Intifadhoh satu dan dua, ia ditangkap oleh Israel pada tahun 2002 di tengah-tengah intifada kedua dan dihukum atas tuduhan lima pembunuhan, dua tahun kemudian.

Ia menolak untuk mengakui pengadilan Israel, pengacaranya bersikeras dia hanya seorang pemimpin politik. Dia dihormati secara luas di kalangan semua faksi Palestina, meskipun ia ditahan di sebuah penjara Israel, ia sering disebut sebagai calon potensial untuk menggantikan Mahmoud Abbas sebagai presiden Otoritas Palestina.

Barghouti akan mendaftarkan dirinya sebagai calon dari penjara jika masa jabatan Abbas sudah berakhir.

Mengacu pada memuncaknya ketegangan terakhir, Barghouti menulis: “eskalasi tidak dimulai karena pembunuhan dua pemukim Israel, penembakan suami dan istri di depan anak-anak mereka. Melainkan telah dimulai dalam waktu yang lama dan telah berlangsung selama bertahun-tahun, karena setiap hari ada warga Palestina yang tewas, terluka, ditangkap.”*

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here