KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari melaporkan bahwa aktivitas sesar menjadi penyebab terjadinya empat kali gempa bumi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, menjelaskan malam bahwa gempa pertama terjadi pada pukul 21.37 WITA dengan magnitudo 4,9, disusul gempa kedua pada pukul 21.56 WITA dengan kekuatan 3,2 magnitudo.
“Kemudian, gempa bumi susulan kembali terjadi pada pukul 21:58 WITA dan gempa bumi ke empat terjadi pada pukul 22:14 WITA dengan kekuatan 2,6 magnitudo,” kata Rudin, seperti diberitakan Antara, Jumat (24/1/2025).
Ia menyebut episenter gempa berada pada koordinat 4,06 Lintang Selatan dan 121,81 Bujur Timur.
“Atau tepatnya berlokasi di darat pada Jarak 4,8 kilometer arah tenggara Lalolae pada kedalaman 10 kilometer,” ujarnya.
Getaran akibat gempa dirasakan di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Kolaka Timur, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kota Kendari, hingga Bombana.
“Getaran dirasakan nyata dalam rumah terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelas Rudin.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa, dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Rudin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya, serta menjauhi bangunan yang rusak atau retak akibat gempa.
“Getaran dirasakan nyata dalam rumah terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” tuturnya.





