Gempa Pandeglang Diakibatkan Patahan Lempeng Indo-Australia

Ilustrasi gempa/ Ist

PANDEGLANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan  gempa bermagnitudo 5,2 yang mengguncang Pandeglang pada Senin 12/7) pukul 13.30 WIB akibat adanya deformasi atau patahan pada slab Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah Banten ,tepatnya di zona Benioff.

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat deformasi lempeng di zona Beniof,” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono di Jakarta, Senin.

Dampak gempa tersebut, guncangannya dirasakan di daerah Bayah, Cihara, Cijaku, Cigemblong, Malingping dalam skala intensitas II – III Modified Mercalli Intensity (MMI) atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Guncangan gempa juga dirasakan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dalam skala intensitas II MMI yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” katanya,dikutip Antara.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut dan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Advertisement