
UDARA membeku minus lima derajat Celsius di wilayah gempa berkekuatan 7,8 R yang melanda diĀ wilayah perbatasan antara Turki dan Suriah, Turki, Selasa (6/2) menghambat operasi penyelamatan.
Paling tidak diperkirakan lebih 5.100 korban tewas dan ribuan lainnya mengungsi mencari tempat aman dari kemungkinan gempa susulan, sementara tim penyelamat berpacu dengan waktu menemukan para penyintas di bawah reruntuhan bangunan.
Masjid terkenal di Propinsi Maltaya yang dibangun abad ke-13 termasuk bangunan yang roboh dihempas gempa, selain sejumlah rumah sakit dan 3.000 bangunan lainnya, sementara hampir seluruh kawasan kota Gaziantep luluh lantak.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 itu juga meruntuhkan kastil Gaziantep berusia 2.200 tahun yang dibangun oleh tentara Romawi, sementara dinding-dindingnya juga menjadi puing-puing.
Sementara di wilayah Suriah yang diterjang gempa, menurut laporan Kementerian Kesehatan setempat, kerusakan terjadi di seluruh Provinsi Aleppo, Latakia, Hama, dan Tartus, lokasi pangkalan AL Rusia.
Puluhan bangunan ambruk akibat gempa terutama di Aleppo yang merupakan pusat komersial saat sebelum perang dan masuk Situs Warisan Dunia UNESCO. Sebelum gempa pun, gedung-gedung di Aleppo sudah sering roboh akibat buruknya infrastruktur.
Bantuan dari mancanegara terus mengalir termasuk dari Uni Eropa, PBB, NATO, Amerika Serikat, dan Rusia, bahkan negara seperti Yunani dan Swedia yang sedang bermasalah dengan Turki turut menjanjikan dukungannya, sementara Australia menyiapkan bantuan tahap pertama 10 juta dollar AS (Rp100-miliar).
Gelombang pertama bantuan dari pemerintah RI berupa satu peti kemas memuat makanan cepat saji, kompor jinjing dan tabung gas sudah diantarkan oleh KBRI Ankara (7/2).
KBRI Ankara juga mengevakuasi 123 WNI tersebar di lokasi bencana yang kehilangan tempat tinggalnya untuk diungsikan ke Ankara, sementara PMI menyumbang masing-masing 70-ribu dollar AS dan 30 ribu dollar AS kepada Turki dan Suriah.
Tidak ketinggalan, negara yang sedang berperang, Rusia, mengirimkan tim penyelamat ke Turki dan Suriah, begitu pula Ukraina yang sedang digempur habis-habisan, menawarkan bantuan melalui Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Bahkan seteru bebuyutan Suriah, Israel, seperti yang disampaikan PM Benyamin Netanyahu, mengizinkan pengiriman bantuan ke Suriah walau kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.
Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan belasungkawa dan keprihatinan terhadap korban gempa yang terjadi di Turki dan Suriah.
“Hati dan doa kami bersama keluarga dan korban. Indonesia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Turki dan Suriah,” tulis Presiden Jokowi di akun media sosialnya.
“Sejauh ini dari sekitar 500 WNI di sekitar lokasi, tiga orang terluka dan sudah ditangani di rumah sakit terdekat,” demikian pernyataan resmi KBRI Ankara. Baca
Sejumlah warga Indonesia di Kahramanmaras, yang menjadi lokasi pusat gempa di Turki harus mengungsi karena apartemen mereka rusak parah.
Didukung solidaritas komunitas dunia termasuk Indonesia, semoga musibah yang menimpa Turki segera berlalu.




