Gencatan Senjata AS – Iran Rapuh

Di tengah gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran, Israel menyerang posisi Hizbullah di Lebanon (8/4) menewaskan lebih seratus orang (foto: AP)

GENCATAN senjata berdurasi dua pekan antara AS, Israel, dan Iran yang disepakati Rabu (8/4) dinilai mulai retak, gegara silang pendapat soal apakah Lebanon termasuk dalam kesepakatan atau tidak.

Israel, seperti dilansir DW bersumber dari AFP, menegaskan akan terus mengejar dan melucuti Hizbullah di Beirut selatan,  Lebanon, Rabu, (8/4),  menewaskan dan melukai ratusan orang.

Otoritas kesehatan Lebanon menyebutkan, setidaknya 182 orang meninggal dunia dan 900 lainnya terluka akibat serangan itu. Asap mengepul setelah serangan udara Israel terhadap sebuah gedung di Beirut, Lebanon.

Hanya beberapa jam setelah kesepakatan itu berlaku, Israel melancarkan serangan besar ke pusat Beirut, memicu kepanikan dan menewaskan puluhan orang.

Serangan terjadi pada Rabu (8/4) siang waktu setempat tanpa peringatan, menyasar kawasan padat penduduk dan komersial di ibu kota Lebanon.

Menurut laporan dari Associated Press, dalam waktu kurang dari 10 menit, lebih dari 100 target dihantam di Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam serangan awal tersebut. Banyak korban ditemukan di jalanan maupun di dalam kendaraan yang hangus terbakar.

Asap hitam membumbung di berbagai titik kota, sementara ambulans berlomba menuju lokasi-lokasi terdampak. Bangunan apartemen dan fasilitas sipil dilaporkan hancur akibat ledakan.

Serangan ini menghancurkan harapan warga Lebanon yang sebelumnya sempat merasakan kelegaan setelah pengumuman gencatan senjata.

Ribuan warga yang mengungsi bahkan mulai bersiap kembali ke rumah mereka sebelum serangan terjadi. Namun situasi berubah drastis menjadi kepanikan.

“Kami tidak tahan lagi, tidur di tenda, tidak mandi, ketidakpastian ini,” kata Fadi Zaydan, warga yang kembali memilih bertahan di kamp pengungsian.

Israel Klaim Target Hizbullah

Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan peluncur rudal, pusat komando, dan infrastruktur intelijen milik kelompok Hezbollah.

Sedangkan seorang pejabat senior AS mengatakan proporsal 10 poin gencatan senjata dari Iran bukanlah serangkaian syarat  yang sama dan telah disetujui AS untuk menghentikan perang.

“Jika Iran ingin membiarkan negosiasi gagal gegara Lebanon yang tidak ada kaitannya dengan mereka, dan yang tidak pernah sekali pun disebut AS sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka,” tambah Wapres AS JD Vance.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengecam pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang diduga dilakukan AS.

Dilanggar AS 

Dalam unggahannya di X, ia mengatakan “dasar yang bisa dijadikan pijakan untuk bernegosiasi sudah dilanggar oleh AS, sehingga pembicaraan lanjutan menjadi tidak masuk akal.”

Ghalibaf menuding ada tiga pelanggaran oleh AS yakni pelanggaran gencatan senjata di Lebanon, pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone, serta pelanggaran terhadap hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.

Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan, mereka akan “memenuhi kewajiban dan memberikan tanggapan” jika Israel tidak menghentikan serangannya, sedangkan kelompok militan Hizbullah menegaskan, mereka memiliki “hak” untuk merespons serangan Israel.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, lewat jubirnya memperingatkan bahwa serangan Israel di Lebanon bisa menimbulkan “risiko serius” terhadap gencatan senjata AS-Iran.

“Aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata dan upaya menuju perdamaian yang komprehensif di kawasan ini.

Gutterez mengulangi seruannya kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan,” kata jubir  Sekjen PBB dalam sebuah pernyataan, Rabu (8/4).

“Sekjen PBB mengutuk keras hilangnya nyawa warga sipil dan sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah korban sipil, serta menyerukan semua pihak untuk memanfaatkan jalur diplomatik dan menekankan tidak menggunakan militer untuk konflik ini,” kata jubir  tersebut.

Hizbullah serang balik Israel

Di pihak alain, Hizbullah mengatakan bahwa mereka menembakkan roket ke Israel sebagai tanggapan atas serangan yang terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata AS-Iran.

Kelompok militan yang didukung Iran itu mengatakan mereka meluncurkan serangan roket ke kibbutz Manara di Israel utara “sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh.”

Iran mengatakan gencatan senjata harus berlaku untuk Lebanon, mengutip pernyataan dari Pakistan, yang menjadi mediator gencatan senjata tersebut, namun, AS dan Israel menyatakan, kesepakatan tidak berlaku untuk Lebanon.

Gencatan senjata agaknya rawan pelanggaran dan negosiasi menuju perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan bakal berjalan  alot (DW/AP/AFP/ns).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here