YOGYAKARTA (KBK) – Dompet Dhuafa hadir ditengah-tengah masyarakat Yogya dan Solo dengan membawa pesan “Sehat Milik Semua” dengan aksi GENYUMNAS (Gerakan Senyum Nasional), Ahad dan Senin (30/4-1/5/2017).
“Untuk mewujudkan sekaligus menghindari penyebab utama lingkaran setan kemiskinan adalah dengan memberikan layanan kesehatan holistic. Layanan ini adalah perpaduan metode pengobatan barat dan metode terapi timur komplementer. Genyumnas memiliki tujuan membuat masyarakat bisa tersenyum dan tertawa karena sehat di 5 (lima) bidang kehidupan, terutama untuk dhuafa. Terseyum adalah tanda kepuasan dan kebahagiaan,” ungkap drg. Imam Rulyawan, MARS., Direktur Utama Dompet Dhuafa kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (29/4/2017).
Yogya dan Solo, lanjut Imam, menjadi 2 Provinsi dan 2 Kota pertama diselenggarakan rangkaian event “GENYUMNAS-(Gerakan Senyum Nasional)” dengan merangkul seluruh elemen masyarakat di 2 kota tersebut. Selain elemen masyarakat ada elemen dari komunitas bikers yang dating dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, hal ini untuk menjalin silahturahmi diantara kalangan komunitas bikers maupun komunitas yang hadir di saat ini.
Dikatakan Imam, tujuan diadakan event ini, agar rakyat kecil bisa tersenyum dan tertawa karena sehat di 5 (lima) bidang kehidupan, yakni: ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya & nilai, serta iman & takwa (5 in 1 dan 1 in 5). Kelima faktor tersebut saling terkait, program pemberdayaan dalam upaya pengentasan kemiskinan bisa melalui salah satu faktor dari lima bidang tersebut.
“Pada event Gerakan Senyum Nasional (Genyumnas) melibatkan ratusan abdi dalem untuk mendapatkan pengobatan gratis, puluhan bakul jamu, produk pemberdayaan susu Dompet Dhuafa serta puluhan hingga ratusan tim relawan medis yang siap melayani masyarakat dengan senyuman”, lanjut Imam.
Sementara di kota Solo akan bertempat di Solo Zoo dengan kerjasama pihak kebun binatang Solo, Dompet Dhuafa menggalakan kesehatan serta memperkenalkan produk-produk pemberdayaan ekonomi seperti paying lukis, pemeriksaan kesehatan mata gratis serta lomba lukis dengan media payung yang diikuti oleh ratusan anak-anak.





