
ACCRA (KBK) – Ghana mencatat 31 kasus Cerebrum Spinal Meningitis (CSM) tahun ini yang berjangkit di utara Upper East Region, media lokal melaporkan, Senin (27/3/2017).
Direktur Pelayanan Kesehatan di Ghana, Dr Kofi Issah, menegaskan bahwa Rumah Sakit Bawku mencatat 31 kasus CSM antara Januari dan Maret 2017.
Dua mahasiswa di Bawku telah meninggal karena penyakit ini, yang berjangkit selama berbulan-bulan di Brong-Ahafo, Northern, Upper East dan Upper West.
Issah, dalam sebuah wawancara dengan media lokal menegaskan, satu orang telah meninggal di rumah dan satu lagi di rumah sakit.
“Dengan orang yang meninggal di rumah sakit ketika kita melakukan uji pendahuluan itu menunjukkan bahwa ia meninggal karena salah satu organisme meningitis yang sampel telah dikirim ke Tamale untuk tes konfirmasi,” kata Issah.
“Tetapi orang yang meninggal di rumah, juga melihatkan gejala yang sama sebagai penyebab kematian, namun dia telah dikuburkan, maka berakhir di sana. Kalau tidak, kita harus mengambil substansi dari dia untuk menguji guna memastikan penyebab kematian,” imbuh Issah.
Seperti dilaporkan Xinhua, CSM ditandai dengan suhu tinggi, demam, sakit kepala tiba-tiba, kekakuan, ketidaksadaran dan fobia dan dapat mempengaruhi dan membunuh dalam waktu sesingkat mungkin.
Meningitis adalah penyakit serius dan berpotensi fatal yang disebabkan oleh berbagai bakteri, yang paling umum karena bahteri pneumokokus, neisseria, dan influenza haemophile tipe B.




