Guncangan “Pesan Perang” Trump: Bursa Asia Berjatuhan, IHSG Anjlok ke Level 7.026

Pasar modal Asia, termasuk Indonesia, mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026). (Foto: Pixabay)

JAKARTA, KBKNews.id – Pasar modal Asia, termasuk Indonesia, mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026). Sentimen negatif ini dipicu oleh pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali menyulut ketidakpastian global terkait eskalasi konflik dengan Iran serta keamanan jalur logistik energi di Selat Hormuz.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk cukup dalam dengan koreksi sebesar -2,19 persen, membawa indeks parkir di level 7.026,8. Aksi jual masif ini mengekor pelemahan bursa regional lainnya, di mana indeks Kospi Korea Selatan terjun bebas -4,47 persen, disusul Nikkei Jepang yang merosot -2,38 persen, dan Hang Seng Hong Kong yang melemah -0,7 persen.

Retorika Trump dan Ketidakpastian Selat Hormuz

Ketegangan bermula saat Trump menyampaikan pidato pada Rabu malam waktu setempat, tepat sebelum lantai bursa Indonesia dibuka. Meski menyatakan operasi militer AS di Iran hampir rampung dan menyebut kepemimpinan baru Iran lebih “masuk akal”, Trump tetap melontarkan ancaman keras.

Ia menegaskan akan menyerang infrastruktur pembangkit listrik Iran “dengan sangat keras” dalam 2-3 pekan ke depan jika kesepakatan buntu. Hal yang paling mengkhawatirkan pasar adalah ketidakjelasan skema pembukaan kembali Selat Hormuz. Trump hanya menyebut jalur vital tersebut akan terbuka “secara alami” pasca-konflik, tanpa memberikan rincian teknis maupun jadwal yang pasti.

Akibatnya, harga minyak mentah dunia jenis Brent terbang ke level 108,8 USD per barel pada sore ini, naik tajam dari posisi pagi hari di level 104,5 USD per barel.

Kabar Emiten: dari Penurunan Laba Medco hingga Aksi Korporasi Perbankan

Di tengah fluktuasi pasar, sejumlah emiten raksasa merilis laporan kinerja dan rencana strategis mereka:

Sektor Energi: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melaporkan laba bersih tahun penuh 2025 sebesar 101 juta USD, anjlok -72 persen (YoY). Penurunan ini dipicu oleh beban impairment aset dan merosotnya kontribusi dari Amman Mineral Internasional (AMMN). Sebaliknya, Adaro Energy (ADRO) mencatat penambahan kepemilikan saham oleh sang pengendali, TP Rachmat, menjadi 3,03 persen.

Perbankan & Farmasi: Bank Central Asia (BBCA) mengumumkan perombakan anggaran dasar dengan memangkas masa jabatan direksi dari 5 tahun menjadi 3 tahun. Sementara itu, Kalbe Farma (KLBF) memanfaatkan relaksasi OJK untuk melakukan buyback saham senilai Rp500 miliar demi menjaga stabilitas harga.

Emas & Pertambangan: Hartadinata Abadi (HRTA) menjalin kerja sama strategis dengan anak usaha United Tractors (UNTR) untuk perdagangan dan pemurnian logam mulia. Di sisi lain, entitas raksasa global VanEck Junior Gold Miners ETF masuk sebagai pemegang saham baru di Merdeka Gold Resources (EMAS) dengan porsi kepemilikan 1,1 persen.

Strategi Emiten Ritel dan Proyek Baru

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memberikan sinyal optimis untuk tahun 2026. Pengelola Alfamart ini menargetkan pertumbuhan pendapatan di level high-single digit dengan alokasi belanja modal (capex) sebesar Rp5 triliun untuk ekspansi 800 gerai baru.

Di sektor infrastruktur, konsorsium PP Presisi (PPRE) dan PT PP (PTPP) berhasil mengamankan kontrak tambang bauksit dari Antam (ANTM) senilai Rp870 miliar di Mempawah, yang pengerjaannya akan dimulai pada kuartal II-2026.

Analisis Pasar ke Depan

Kombinasi antara volatilitas harga energi global dan ketegangan geopolitik diprediksi masih akan membayangi pergerakan pasar dalam jangka pendek. Para analis menyarankan investor untuk tetap waspada, tidak hanya pada perkembangan perang AS-Iran, tetapi juga pada kebijakan domestik seperti pengumuman daftar konsentrasi pemegang saham yang dapat mempengaruhi likuiditas IHSG.

Bagi pencuru dividen, emiten Dana Brata Luhur (TEBE) memberikan angin segar dengan rencana pembagian dividen senilai Rp156 per saham, yang mencerminkan tingkat keuntungan (yield) tinggi sebesar 10,8 persen.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here