Gunung Agung Belum Stabil, Aktivitas Kegempaan Rata-rata 600 Kali Per Hari

Gunung Agung/ BNPB via Kompas.com

BALI – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rata-rata jumlah kegempaan vulkanik dan tektonik lokal di atas 600 kali per hari.

Bahkan untuk hari ini, Rabu (18/10/2017), tercatat aktivitas kegempaan Gunung Agung dari pukul 00.00 Wita hingga 12.00 Wita sebanyak 486 kali.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Agung Wilayah Timur PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Devy Kamil, mengatakan aktivitas magmatik di kawah Gunung Agung masih kuat dan jumlah tremor nonharmonik juga terdeteksi dua kali dengan durasi 88 hingga 140 detik.

 

“Kondisi Gunung Agung saat ini belum stabil. Kalau beberapa waktu lalu terdeteksi terjadi deformasi sekitar 1,5 centimeter dari data yang didapat GPS yang dipasang sekitar gunung ini, dan perubahannya masih sama seperti sebelumnya,” katanya.

Untuk intensitas keluarnya asap berbentuk uap air dan gas dari puncak Gunung Agung, diakuinya, relatif intensif rata-rata 300 hingga 500 meter. Namun, pada Sabtu (7/10/2017) memang terjadi kepulan asap Gunung Agung yang mencapai ketinggian 1.500 meter.

“Pelepasan asap dan gas vulkanik ini bisa mengurangi tekanan di dalam perut Gunung Agung. Jadi, manifestasi adanya asap ini sebagai pelepasan energi atau tekanan di dalam tubuh Gunung Agung,” tandasnya, dilansir Antara.

Advertisement