Gunung Karangetang Tercatat Alami Gempa Guguran 215 Kali

Ilustrasi Sebanyak 28 kepala keluarga yang tinggal di Kulu dan Kola-Kola, Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, masih diungsikan pascaerupsi Gunung Karangetang. (Foto: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)

KEPULAUAN SITARO – Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, pada periode tanggal 24 – 31 Agustus 2023 mengalami gempa guguran sebanyak 215 kali.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM juga mencatat 65 kali gempa embusan, dua kali tremor harmonik, 22 kali gempa hybrid fase banyak, sembilan kali gempa vulkanik dalam dan 27 kali gempa tektonik jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo 0,5 – 2 milimeter, dominan satu milimeter.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam laporan evaluasi yang dibagikan Pos PGA Karangetang mengatakan, secara visual gunung tampak cerah hingga berawan dan kadang tertutup awan, pada saat cerah teramati asap kawah putih dengan intensitas tipis hingga sedang.

Tinggi kolom asap maksimum mencapai 100 meter di atas puncak, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, barat dan barat laut, suhu udara terukur 23 — 39 derajat celsius.

Hendra menambahkan, erupsi efusif pada kawah utama (selatan) masih terjadi berupa leleran/luncuran lava pijar ke arah barat daya, selatan dan tenggara.

Guguran lava ke selatan menuju Kali Batuawang sejauh 1.500 meter dan Kali Kahetang, Kali Keting sejauh 1.750 meter, kadang kadang guguran lava diikuti gumpalan asap kelabu.

Guguran lava mengarah ke barat daya masuk ke lembah Kali Batang, Kali Timbelang dan Kali Beha Barat sejauh sekitar 1.000 meter dari kawah utama.

Kondisi kawah utara teramati asap kawah putih sedang tinggi maksimum sekitar 50 meter, pada malam hari masih tampak adanya api diam di tubuh kubah lava kawah utara, guguran selama periode ini tidak teramati.

Advertisement