PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru telah mendeteksi sebanyak 717 titik panas (hotspot) pada Minggu (3/9/2023), di Pulau Sumatra akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Sumatra dan Sumatra Selatan.
Ahmad Agus Widodo, Forecaster BMKG Pekanbaru, menjelaskan bahwa sebagian besar titik panas tersebut terdeteksi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
“Ilustrasinya, dari total 717 hotspot yang terlihat di Sumatera, sebanyak 448 di antaranya berada di Sumsel,” ujar Ahmad di Pekanbaru, Minggu (3/9/2023).
Ia juga menginformasikan bahwa ada 89 titik panas di Lampung, 71 titik panas di Bangka Belitung, 52 titik panas di Jambi, 28 titik panas di Riau, 15 titik panas di Bengkulu, 12 titik panas di Sumatra Barat, 1 titik panas di Kepulauan Riau, dan 1 titik panas di Aceh.
“Dari 28 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebagian besar berada di Indragiri Hilir sebanyak 14 titik panas, sementara Indragiri Hulu memiliki 1 titik panas, Rokan Hulu 2 titik panas, dan Pekanbaru 1 titik panas,” kata Agus, seperti diberitakan Antara.
Karena itu, Agus mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan titik panas di wilayah ini, karena kondisi cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Semua pihak, lanjutnya, diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.
Adapun perkiraan cuaca di Riau pada Minggu (3/9/2023), akan berubah-ubah sepanjang hari. Menurut Ahmad Agus Widodo, pada sore hingga malam hari, cuaca masih akan berawan dengan kemungkinan hujan ringan di wilayah-wilayah yang disebutkan tadi. Di dini hari, udara akan kembali menjadi kabur dengan kondisi berawan.
“Suhu udara pada Minggu (3/9) berkisar antara 23.0 hingga 34.0 °C, sedangkan kelembapan udara berada dalam rentang 45 hingga 95 persen. Angin akan bertiup dari arah selatan ke barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 km/jam,” tuturnya.
Gelombang laut di perairan Provinsi Riau diperkirakan rendah, berkisar antara 0.50 hingga 1.25 meter. Tetapi, perlu waspada karena terdapat potensi gelombang mencapai 1,5 meter di wilayah Perairan Bintan, Lingga, dan utara Bangka.




