Gunung Semeru Erupsi Beberapa Kali, Warga Diminta Waspada

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/2/2024). (Foto: ANTARA/Irfan Sumanjaya)

LUMAJANG – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Jumat pagi pukul 07.25 WIB, dengan letusan mencapai 400 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan bahwa kolom abu erupsi terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan, dan erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.

Beberapa menit kemudian, erupsi terjadi lagi pukul 07.37 WIB, meski visual letusannya tidak teramati. Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 08.30 WIB, 09.48 WIB, dan 10.37 WIB, namun visual letusannya tetap tidak terlihat.

Gunung Semeru masih berstatus waspada, dan Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 8 kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan lahar hingga 13 km dari puncak.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/10/2024).

Waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan juga diperlukan di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here