AMERIKA – Ima Matul Maisaroh, wanita asal Malang, Jawa Timur yang pernah menjadi korban perbudakan, dan kini menjadi aktivis anti-perdagangan manusia di Amerika diundang menghadiri Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia, Pennsylvania, Selasa (26/7/2016).
Dalam pidatonya, Ima menyampaikan pesan pada calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton bisa benar-benar mengakhiri perdagangan manusia.
“Ketika isu perdagangan manusia belum lagi menarik perhatian kita, sebelum ada aturan hukum untuk mengidentifikasi dan melindungi korban, bahkan sebelum saya melarikan diri dari orang yang memperdagangkan saya, Hillary Clinton sudah berjuang untuk mengakhiri perbudakan modern ini,” ujar Ima di hadapan ribuan hadirin Konvensi Nasional Partai Demokrat, seperti diberitakan VOA.
“Perdagangan manusia tidak hanya terjadi di luar Amerika. Hal ini juga terjadi di halaman belakang rumah kita,” tegas Ima.
Untuk itu ia berharap pada calon pertama perempuan yang akan menjadi Presiden Amerika, “Karena itu sebagai penyintas dan aktivis, saya berharap – terlebih karena Hillary Clinton kini bertarung untuk menjadi presiden Amerika – bisa mengakhiri perdagangan manusia.”tambahnya.
Diketahui, Ima bekerja sebagai aktivis di Koalisi Perbudakan dan Perdagangan Manusia (CAST), LSM yang didatanginya ketika ia melarikan diri dari penyiksaan tahun 2000. Kala itu ia masih berusia belasan tahun dan berhasil lolos dari majikannya di Los Angeles, Amerika, yang tidak pernah membayar gaji sepeser pun terhadapnya.
Bukan hanya tidak digaji, tapi ia juga kerap mendapat penyiksaan. Tiga tahun Ima bertahan sebelum ia melarikan diri atas pertolongan pembantu tetangganya.
Berkat kerja keras dan perjuangannya, pada awal tahun ini Ima Matul dan rekannya Shandra Woworuntu, yang juga penyintas perdagangan manusia, diangkat sebagai dua dari 11 anggota gugus tugas untuk memantau dan memberantas perdagangan manusia di Amerika dan dunia atau “The President’s Interagency Task Force to Monitor and Combat Trafficking in Persons (PITF)”.





