
JAKARTA, KBKNews.id – Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci adalah dambaan bagi setiap muslim. Ibadah ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengunjungi Ka’bah, rumah ibadah pertama yang dibangun bagi umat manusia.
Ka’bah telah menjadi pusat peribadatan umat Islam selama ribuan tahun. Sejak tahun kedua Hijriah, Allah SWT telah menetapkan Ka’bah sebagai arah kiblat dalam melaksanakan salat.
Setiap muslim yang memiliki kemampuan fisik dan finansial juga diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji, sebagaimana dijelaskan dalam surah Ali Imran ayat 96–97:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali ‘Imran: 96-97)
Sebelum pergi berhaji atau umrah, ada baiknya mengenal bagian-bagian dari Ka’bah agar ibadah lebih khusyuk:
Hajar Aswad
Batu hitam yang terletak di sisi timur Ka’bah. Konon batu ini berasal dari surga dan dahulu berwarna putih, namun berubah menjadi hitam akibat dosa manusia. Jemaah dianjurkan untuk menciumnya, atau cukup menyentuh atau memberi isyarat jika tidak memungkinkan.
Maqam Ibrahim
Terletak di sisi timur Ka’bah. Ini bukan makam, melainkan pijakan kaki Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah. Disarankan salat di belakang tempat ini.
Hijir Ismail
Area setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah yang diyakini sebagai tempat tinggal Nabi Ismail. Salat di tempat ini memiliki keutamaan setara dengan salat di dalam Ka’bah.
Mizab Ar-Rahman
Talang air di atap Ka’bah. Saat berada di bawahnya, jemaah dianjurkan berdoa karena tempat ini sangat istimewa.
Syadzarwan
Bagian pondasi Ka’bah yang menonjol di bawah dindingnya, mengelilingi bangunan Ka’bah.
Multazam
Terletak di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Tempat ini diyakini sebagai salah satu lokasi yang mustajab untuk berdoa, terutama untuk memohon ampunan.
Rukun Yamani
Sudut barat daya Ka’bah yang searah dengan Yaman. Saat tawaf, jemaah dianjurkan untuk mengusapnya, tanpa perlu mencium atau mengisyaratkan tangan.
Mengenal bagian-bagian Ka’bah ini dapat membantu jemaah memahami keutamaannya dan menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk saat berada di Tanah Suci.




