spot_img

Hamas dan Israel sama-sama kecam ICC

MENHAN Israel Yoav Gallant menilai langkah Jaksa Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) Karim Khan untuk mengajukan surat penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai intervensi terkait perang di Gaza.

Sebaliknya, pihak Hamas juga mengecam aksi serupa yang dilakukan Khan terhadap pemimpin tertinggi Hamas Ismail Haniyeh, Ketua Hamas di Jalur Gaza Yahya al-Sanwar dan Komandan Brigade al-Qassam Mohammed Deif yang dianggap sebagai “menyamakan algojo (Israel)  dan korbannya” (rakyat Palestina).

Perang di wilayah Jalur Gaza, Palestina diawali dengan serbuan mendadak anggota Hamas dengan drone-drone dan kapal-kapal cepat ke wilayah Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang termasuk warga asing dan 240 orang disandera.

Israel tanpa ampun dan secara brutal membumihanguskan Gaza utara, selang sehari kemudian (8 Okt.) melalui bombardemen dari udara dan darat yang berlangsung sampai hari ini, menewaskan sekitar 35.500 warga Palestina, 79.000 luka-luka, 10.000 orang hilang dan jutaan lainnya mengungsi.

Bergeming terhadap seruan int’l termasuk dari konconya, AS, Israel mulai melancarkan serangan darat ke Rafah dalam upaya memburu sisa-sisa pasukan hamas yang diyakini mereka berbaur dengan pengungsi dan warga sipil Palestina.

Pihak Israel sendiri agaknya mulai cemas atas langkah Jaksa Khan, dengan mengutus menlunya, Israel Katz untuk terbang ke Paris, Perancis untuk membendung reaksi negatif terhadap negerinya atas langkah Jaksa Khan. Perancis, Belgia dan Slovenia termasuk di antara negara yang mendukung pengajuan permohonan Kahn.

Permhonan penangkapan petinggi Israel dan Hamas diajukan oleh Jaksa Khan dengan alsan mereka telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan dalam konflik Isrel dan Hamas di wilayah Gaza.

Perancis dukung ICC

Pemerintah Perancis, dalam pernyataannya (20/5), mendukung ICC, indenpendensi dan upayanya melawan impunitas dan sebelumnya telah mengingatkan terkait kepatuhan yang ketat terhadap hukum kemanusiaan int’l khususnya terkait warga yang menjadi korban dan minimnya akses kemanusiaan di Jalur Gaza.

Hal senada disampaikan Menlu Belgia Hadja Lahbih yang menyebutkan, aksi kejahatan yang dilakukan di wilayah gaza harus dituntut dengan hukuman setingi-tingginya terlepas siapa pun pelakunya.

Sebaliknya, Inggeris dan Ceko menilai, langkah ICC mengajukan penangkapan atas tkoh-tkoh Isral dan Hamas tidak banyak membantu memperbaiki keadaan.

Namun pastinya, menurut pakar hukum int’l di Universitas Ibrani dan Institute Demokrasi Israel Yuval Shany, jika surat Khan jadi diterbitkan, hal itu bakal membuat posisi PM Netanyahu d dunia int’l makin lemah.

ICC slanjutnya akan membentuk panel terdiri tiga hakim yang akan menentukan permohnan Khan diterima ata tidak dan memutuskan apakah kasusnya diteruskan.

Khan dalam pernyataan sebelumnya menyebutkan, sejumlah langkah yang dilakukan Israel di Gaza dapat dkategorikan sebagai “pembunuhan disengaja” atau “pemusnahan” dan memicu kelaparan.

“Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza, “ ujarnya seraya menambahkan, aksi balasan Israel atas serangan Hamas merupakan serangan sistematis terhadap penduduk sipil Hamas.

Sebaliknya, pihak Israel seperti disampaikan oleh Yoav Gallant dalam unggahan di X menyebutkan, upaya Jaksa khan menolak hak negara Israel untuk membela diri dan membebaskan sandera harus diabaikan saja.

Yang menjadi masalah, jika surat penangkapan terhadap pemimpin Israel dan Hamas diterbitkan, eksekusinya juga sulit dilakukan karena ICC tidak memiliki penegak hukum, pelaksanaannya diserahkan pada 124 negara yang sudah meratifikasi Statuta Roma terkait ICC. (AP/AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles