GAZA – Gerakan perlawanan Hamas mengutuk keputusan AS untuk memotong bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina dan mengatakan hal tersebut sebagai “pemerasan politik”.
Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (19/1/2019) bahwa keputusan oleh administrasi Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan bantuan kepada Palestina sejalan dengan kesepakatan abad ini “yang bertujuan untuk melikuidasi masalah Palestina.
Pernyataan itu dikeluarkan beberapa hari setelah Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengatakan akan mengakhiri semua proyeknya di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza yang dikepung pada 31 Januari menyusul keputusan pemerintah AS untuk memotong dana ke Palestina.
“Keputusan pemerintah Trump untuk memotong bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada rakyat Palestina adalah pemerasan politik yang mencerminkan sikap tidak bermoral AS terhadap Palestina dan alasan mereka,” kata Barhoum, dikutip Press TV.
Dia juga mendesak lembaga-lembaga internasional untuk mendukung Palestina dan mendukung mereka dalam menghadapi “perilaku diskriminatif pemerintah AS yang bias” demi pendudukan Israel.
“Hamas menyerukan kepada semua organisasi internasional, kemanusiaan, dan hukum untuk mengutuk kebijakan AS yang bertujuan menekan rakyat Palestina untuk menerima rencananya di wilayah tersebut. Organisasi semacam itu harus memikul tanggung jawab untuk memobilisasi dukungan dan memihak pada rakyat Palestina yang miskin,” tambahnya.




