JAKARTA, KBKNEWS.id – Pejabat senior Hamas, Mousa Abu Marzouk, mengatakan pada Jumat (4/10) bahwa kelompok perlawanan Palestina tersebut telah menyetujui rencana Presiden AS Donald Trump tentang gencatan senjata di Jalur Gaza.
Dia menambahkan jika Hamas mendukung garis besar utamanya, sekaligus menekankan bahwa implementasinya akan membutuhkan negosiasi.
Abu Marzouk menekankan dalam sebuah wawancara dengan jaringan Al Jazeera Qatar bahwa kelompok tersebut akan menyerahkan senjatanya kepada negara Palestina di masa depan, dan nasib rakyat Palestina adalah masalah nasional yang tidak dapat diputuskan sendiri oleh Hamas.
Hamas menyetujui pembebasan semua tawanan Israel, pengiriman jenazah, dan penyerahan administrasi Gaza kepada badan Palestina independen.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, kelompok Palestina tersebut mengatakan bahwa isu-isu lain yang diangkat dalam proposal Presiden Trump mengenai masa depan Jalur Gaza dan hak-hak sah rakyat Palestina terkait dengan posisi nasional yang bersatu berdasarkan hukum dan resolusi internasional yang relevan.
Sebuah sumber Palestina mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Hamas telah menyampaikan tanggapannya terhadap rencana Trump kepada para mediator dan meminta klarifikasi atas beberapa klausul.
Hamas mengindikasikan bahwa mereka telah melakukan konsultasi mendalam dengan lembaga-lembaga kepemimpinannya dan konsultasi luas dengan pasukan dan faksi-faksi Palestina, serta dengan para mediator dan sekutu, untuk mencapai posisi yang bertanggung jawab dalam menangani rencana Presiden AS Donald Trump.
Hamas menambahkan bahwa mereka menghargai upaya Arab, Islam, dan internasional, serta upaya Presiden AS Donald Trump, yang menyerukan diakhirinya perang di Jalur Gaza, pertukaran tahanan, masuknya bantuan segera, penolakan pendudukan Jalur Gaza, dan penolakan pengusiran rakyat Palestina kami dari sana.





