
GAZA – Hamas menegaskan bahwa mereka menolak setiap upaya pelucutan senjata atau pengusiran dari Jalur Gaza. Kelompok tersebut menegaskan bahwa segala keputusan terkait masa depan Gaza harus ditentukan melalui konsensus nasional Palestina.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut rencana Israel untuk mengusir kelompok itu dari Gaza sebagai “perang psikologis yang tidak masuk akal.”
Dalam pernyataannya, Selasa (18/2/2025) malam, Qassem menegaskan bahwa menghilangkan perlawanan dari Gaza atau melucuti senjatanya adalah sesuatu yang tidak dapat diterima.
Sebelumnya pada hari yang sama, lembaga penyiaran Israel KAN melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memutuskan untuk memulai pembicaraan pekan depan mengenai tahap kedua kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
Namun, kesepakatan itu dikondisikan pada pengusiran Hamas dari Gaza serta demiliterisasi wilayah tersebut.
Di sisi lain, Qassem mengungkapkan bahwa pada Sabtu mendatang, rakyat Palestina akan menyaksikan “pencapaian besar” dengan pembebasan tahanan Palestina yang sedang menjalani hukuman seumur hidup dan hukuman panjang di penjara Israel.
Pada Selasa, Hamas juga mengumumkan bahwa mereka akan menyerahkan jenazah empat sandera Israel pada Kamis (20/2/2025) serta membebaskan enam tawanan yang masih hidup pada Sabtu (22/2/2025) sebagai bagian dari pertukaran dengan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Saat ini, Israel memperkirakan bahwa masih ada 73 sandera Israel yang berada di Gaza, sementara ribuan warga Palestina masih mendekam di penjara-penjara Israel.
Berbagai laporan dari kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel mengungkapkan adanya penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis terhadap tahanan Palestina, yang telah menyebabkan banyak kematian.
Qassem menegaskan bahwa Hamas siap melanjutkan tahap kedua dan ketiga dari kesepakatan tersebut.
“Kami siap secara politik dan di lapangan untuk menerapkan semua ketentuan dalam kesepakatan,” katanya, seperti dikutip dari Anadolu.
Ia juga menambahkan bahwa Hamas bersedia menjalankan tahap kedua dalam satu proses, selama itu mengarah pada gencatan senjata permanen serta penarikan penuh Israel dari Gaza.
Selain itu, Hamas menyatakan kesediaannya untuk meningkatkan jumlah sandera yang dibebaskan sebagai tanggapan atas permintaan para mediator dan demi menunjukkan komitmen mereka dalam menuntaskan kesepakatan ini.
Sejauh ini, sebanyak 1.135 tahanan Palestina telah dibebaskan dari penjara Israel, dan Israel dijadwalkan akan membebaskan 502 tahanan tambahan dalam pekan ini.
Kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan di Gaza mulai berlaku pada 19 Januari, yang sementara menghentikan perang yang telah merenggut hampir 48.300 nyawa warga Palestina dan menyebabkan kehancuran besar di wilayah tersebut.




