ISTANBUL – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada hari Minggu (21/5/2017) bahwa keadaan darurat di Turki setelah kudeta yang gagal tahun lalu, diperpanjang dan akan berlanjut sampai negara tersebut mencapai kesejahteraan dan kedamaian.
Keadaan darurat memungkinkan Erdogan dan kabinetnya untuk mengeluarkan keputusan menyeluruh tanpa pengawasan parlementer atau ditinjau oleh pengadilan konstitusional, yang memberinya cengkeraman kekuasaan.
Sejauh ini, keputusan tersebut telah mengizinkan Erdogan untuk memenjarakan lebih dari 40.000 orang yang dituduh merencanakan sebuah kudeta yang gagal, menembak atau menangguhkan lebih dari 140.000 orang tambahan, menutup sekitar 1.500 kelompok sipil, menangkap setidaknya 120 wartawan dan menutup lebih dari 150 berita Media.
Pada akhir April, sebuah dekrit yang dikeluarkan di bawah keadaan darurat digunakan untuk memblokir akses ke Wikipedia.
Meskipun mendapat kritik internasional atas tindakan ini, Erdogan mengatakan pada hari Minggu bahwa keadaan darurat “tidak akan dicabut,” seperti dilansir Anadolu Agency





