Hari ini, 25.000 Orang Akan Dievakuasi dari Ghouta

Ilustrasi Evakuasi warga Suriah pada Selasa (13/3/2018)/ AFP
SURIAH – Bulan Sabit Merah mengatakan pihaknya telah menanggapi kebutuhan lebih dari 25.000 orang yang melarikan diri dari Ghouta Timur.

Ribuan pejuang Suriah dan keluarga mereka akan dievakuasi dari Harasta, sebuah kota yang dikepung di Ghouta Timur, ke sebuah provinsi yang dikuasai oposisi di Suriah utara.

Perjanjian yang diperantarai Rusia itu dicapai Rabu (21/3/2018) setelah pertemuan antara delegasi pemerintah Suriah dan perwakilan warga dan pejuang di Harasta yang dikuasai pemberontak.

“Evakuasi untuk keluarga yang ingin pergi akan dimulai besok (hari ini: red) pukul 7 pagi,” ungkap juru bicara kelompok Ahrar al-Sham, Munther Fares,yang memegang Harasta, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

“Orang-orang bersenjata dan warga sipil yang memilih pergi akan mendapat jaminan Rusia.”

Addounia TV, gerai yang dikelola negara, mengatakan bahwa 1.500 pria bersenjata dan 6.000 anggota keluarga akan dievakuasi pada hari Kamis dalam dua kelompok ke Idlib.

Harasta adalah rumah bagi 20.000 orang.

“Keluarga yang ingin tinggal di Harasta akan diberikan jaminan oleh pemerintah Suriah dan Rusia bahwa tidak ada bahaya yang akan menimpa mereka, dan bahwa kota itu tidak akan mengalami perpindahan atau perubahan demografi,” kata Fares.

Namun, Tayyim al-Siyoufi, seorang aktivis berbasis Harasta, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa meskipun perjanjian telah tercapai, masih harus dilihat apakah itu akan ditegakkan pada waktunya untuk evakuasi terjadwal.

“Apa pun bisa terjadi,” katanya. “Kita berada dalam posisi yang lebih buruk daripada kota-kota lain di Ghouta … kita akan melihat apakah kesepakatan itu berhasil atau tidak.”

Harasta  hanya seluas dua kilometer persegi, dan al-Siyoufi mengatakan warga sipil merasakan beban serangan udara yang lebih intens.

“Setiap hari ada 20 pesawat tempur yang melayang di atas kami, tembakan itu sekitar 200 tembakan,” katanya.

Advertisement