spot_img

Hari ke-18, Delapan Korban Gempa Cianjur Masih Belum Ditemukan

CIANJUR  – Sudah hari ke delapan belas sejak gempa mengguncang Cianjur, Jawa Barat, namun pencarian delapan korban hilang masih nihil.

Sehingga Pemkab Cianjur, Jawa Barat, menyatakan korban tertimbun longsor di Sate Sinta-Cijedil dan Jalan Mangunkerta, Kecamatan Cugenang akibat gempa pada hari ke-18 masih 334 orang dan upaya pencarian masih berjalan.

Asisten Daerah I Budi Rayahu Toyib di Cianjur, Kamis, mengatakan pencarian korban yang masih tertimbun sudah tidak dilakukan secara masif, namun lebih mengandalkan alat berat karena tingginya longsoran serta hujan yang selalu turun menjelang petang dapat mengancam keselamatan petugas.

“Sampai hari ke-18 setelah bencana, upaya pencarian masih berjalan dan dilakukan di dua titik Sate Sinta dan Jalan Mangunkerta, harapan kami sama dengan pihak keluarga sebelum tanggap darurat habis, jasad korban sudah dapat ditemukan,” katanya saat menggelar konferensi pers di Pendopo Cianjur.

Asda I Cianjur, menjelaskan untuk pencarian korban akan terus dilakukan sampai tanggal 20 Desember dengan menggunakan alat berat yang jumlahnya sudah ditambah. “Tim SAR gabungan tetap memantau ketika alat berat dapat menemukan jasad korban akan langsung dievakuasi,” katanya.

Budi menjelaskan, rumah rusak akibat gempa yang sudah terdata mengalami kenaikan menjadi 55.391 dengan rincian rusak ringan sebanyak 26.213, rusak sedang sebanyak 15.757 dan rusak berat sebanyak 13.241 berat, fasilitas kesehatan rusak sebanyak 18, tempat ibadah 279, dan fasilitas pendidikan rusak sebanyak 540.

Jumlah rumah yang rusak diperkirakan akan terus bertambah karena pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas khusus dari BNPB dan dinas terkait di Pemkab Cianjur. Bagi mereka yang rumahnya rusak 8.100 orang diantaranya sudah menerima bantuan tahap pertama dari Presiden Joko Widodo.

“Kami berharap mereka yang sudah mendapat bantuan dapat segera membangun kembali rumahnya dan dapat menjalani hidup normal seperti biasa. Bagi warga yang rumahnya rusak ringan sudah dapat meninggalkan posko pengungsian, meski sebagian besar memilih untuk bertahan,” katanya, dilansir Antara.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles