Hari ke-28 Perang:Masih Saling Serang, Walau ada Indikasi Perundingan

HARI Ke-28 Perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel masih ditandai saling serang. AS dan Israel mengandalkan kekuatan udaranya, sebaliknya Iran memanfaatkan stok rudal-rudal balistiknya, sementara Presiden AS Donald Trump menunda lagi serangan ke instalasi pembangkit dan Energi Iran sampai 6 April.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)dilaporkan  juga menyerang hotel-hotel yang menjadi tempat istirahat pasukan Amerika Serikat di negara-negara Teluk.

Jubir AB ran Abolfazl Shekarchi , sepeerti dikutip CNNI mengatakan,  Iran tak akan diam saja dan terus menargetkan pasukan AS. “Saat pasukan AS memasuki hotel, maka dari sudut pandang kami, hotel itu menjadi milik Amerika,” kata Sehakarchi, Kamis (26/3) dikutip Middle East Eye.

Dia lalu berujar, “Apakah kita hanya akan berdiam diri dan membiarkan Amerika menyerang kita? Ketika kita merespons, tentu saja, kita harus menyerang di mana pun mereka berada.”

Dalam rilis terpisah, IRGC juga melaporkan telah meluncurkan serangan ke aset militer dan logistik AS di pangkalan Arofjan, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain.

Target tersebut mencakup pangkalan Arifjan di Kuwait, Al-Kharj di Arab Saudi, dan pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.

Selain itu, fasilitas logistik pertahanan AS, unit penyimpanan bahan bakar, hanggar drone MQ-9 Rapper, dan sistem komunikasi satelit juga menjadi sasaran, demikian dikutip Anadolu Agency.

Operasi balasan Iran dilancarkan setelah AS dan Israel menyerang kota Khorramshahr di barat daya Iran.

Israel kjuga embali melancarkan serangan udara ke wilayah Iran dengan menargetkan pusat religi kota Qom, menewaskan sedikitnya enam orang, Kamis (26/3).

Situs berita Jamaran melaporkan Wakil Gubernur Qom, Morteza Heidari, mengatakan sedikitnya enam orang tewas setelah tiga bangunan permukiman menjadi target serangan di kawasan Pardisan, Qom.

Menurut unggahan itu, tiga rumah warga rusak di wilayah Pardisan akibat serangan yang disebut sebagai aksi “agresor Amerika-Zionis”.
Hingga kini, jumlah korban luka masih belum diketahui, dikutip dari Anadolu Agency.

Sementara itu, Kepala Badan Manajemen Krisis Provinsi Azerbaijan Barat, Hamid Safari, mengatakan kepada IRNA, empat bangunan sipil turut terkena serangan di kota Urmia.

Secara terpisah, media Iran Nournews melaporkan Teheran, Isfahan, Kashan, Yazd, Qom, Tabriz, dan Ahvaz menjadi sasaran serangan udara sepanjang malam.

 Korban Iran 1.340 orang tewas

AS dan Israel dilaporkan terus melakukan serangan udara ke Iran sejak 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Teheran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan sektor penerbangan.

Presiden AS Donald Trump, Kamis (25/3) memutuskan untuk memperpanjang batas waktu serangan terhadap aset energi Iran hingga 6 April.

Trump mengeklaim, penundaan itu merupakan respons atas permintaan Iran. Ia menuturkan bahwa negosiasi yang ia klaim bersama Teheran menunjukkan perkembangan positif.

“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan oleh media berita palsu, dan lainnya, pembicaraan (negosiasi) berjalan sangat baik,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya, dikutip , Jumat (26/3).

Trump memberikan tenggat 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz yang vital bagi jalur distribusi minyak dunia.

Ia juga mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran. Namun, tenggat tersebut kini telah diperpanjang dua kali.

“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon izinkan pernyataan ini untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur,” tulisnya.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dalam rapat kabinet sebelumnya mengungkap adanya “indikasi kuat” bahwa Iran bersedia bernegosiasi.

Ia juga untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa AS telah mengirimkan daftar 15 poin tuntutan kepada Teheran melalui perantara dari Pakistan.

“Kita akan melihat ke mana arahnya, dan apakah kita dapat meyakinkan Iran bahwa ini adalah titik balik tanpa alternatif yang baik bagi mereka, selain lebih banyak kematian dan kehancuran,” kata Witkoff.

Di sisi lain, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa respons resmi Teheran terhadap proposal tersebut telah disampaikan melalui jalur diplomatik.

“Tanggapan Iran terhadap 15 poin yang diusulkan oleh AS secara resmi dikirim tadi malam melalui perantara, dan Iran sedang menunggu tanggapan pihak lain.”

Laporan itu menyebut Iran menuntut penghentian serangan oleh AS dan Israel, termasuk terhadap kelompok-kelompok sekutu Teheran di kawasan seperti Hizbullah di Lebanon.

Iran juga meminta kompensasi perang serta menegaskan bahwa kedaulatannya atas Selat Hormuz harus dihormati. Tuntutan tersebut dinilai melampaui isi proposal yang diajukan Washington. (CN/AFP/IRNA/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here