JAKARTA, KBKNEWS.id -Indonesia belum mendapat izin melintasi Selat Hormuz dari Iran di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Menyikapi situasi ini, Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mencari pasokan minyak mentah dari berbagai negara.
Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi terganggunya distribusi energi global akibat konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Bahlil menyebut pemerintah bergerak cepat untuk mengamankan pasokan sekaligus mengoptimalkan sumber energi dalam negeri.
“Presiden memerintahkan kami segera mencari pasokan minyak dari berbagai negara dan mengoptimalkan energi yang kita miliki,” ujar Bahlil.
Ia memastikan hingga saat ini ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik bensin, solar, maupun LPG, masih dalam kondisi aman. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap menggunakan energi secara bijak di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, Iran hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintasi Selat Hormuz, seperti China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan—yang dianggap sebagai negara sahabat. Kapal yang melintas juga harus memenuhi syarat ketat, termasuk tidak terlibat konflik dan wajib berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Pembatasan akses di Selat Hormuz telah berdampak pada pasokan minyak, gas, hingga pupuk secara global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mendesak agar konflik segera diakhiri guna mencegah dampak ekonomi yang lebih luas.





