RIAU – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan ada 20 pekerja kebun sawit yang ada di blok 80/60 dievakuasi akibat diserang harimau yang diduga bonita.
Harimau yang diduga bonita tersebut menyerang pekerja kebun kelapa sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Dilansir Sindonews, Selasa (3/4/2018), puluhan pekerja dievakuasi setelah satu orang dari mereka bernama Iwan yang sedang memanen sawit dikejar harimau. Melihat hal itu teman-teman Iwan hanya bisa berdiam.
Bahkan Iwan dikejar sampai perbatasan dan masuk ke dalam kanal atau parit dan harimau tersebut sempat menunggu kemunculan Iwan di tepi kanal.
Beruntung tidak berapa lama tim rescue yang terdiri dari TNI, Polri, BBKSDA datang ke lokasi dan menyelamatkan Iwan. Sementara harimau yang diduga Bonita menghindar dan bergerak ke dalam blok lagi.
Sebelumnya dua warga di Pelanggiran, Inhil tewas diserang harimau bernama Bonita. Kejadian pertama pada 3 Januari 2018 dengan korban Jumiati, karyawati PT THIP.
Kemudian pada 10 Maret, harimau Sumatera itu kembali menyerang warga bernama Yusri. Keduanya diterkam di bagian tengkuk.





