BMKG: Longsor Puncak karena Minimnya Pohon Penahan Air

Ilustrasi longsor Puncak 5 Februari 2018/ Tribun

BOGOR – BMKG menilai longsor yang kembali terjadi di kawasan Puncak-Cianjur, karena masih berjalannya pembangunan di kawasan tersebut, sehingga menyebabkan alam tidak dapat menampung air lagi.

Kepala Pusat Layanan Iklim Terapan BMKG, Guswanto mengatakan kawasan Puncak-Cianjur, Jawa Barat, merupakan kawasan konservasi dan harus terbebas dari pembangunan karena kondisi daya dukung lingkungannya sudah menurun.

“Aliran air dalam, sudah tidak dapat menampung air hujan yang masuk langsung ke dalam tanah karena aliran bagian permukaan yang lebih banyak tergerus sampai ke aliran dalam karena minimnya pohon penahan air yang berganti dengan bangunan,” katanya, Senin (2/4/2018), dikutip Antara.

Pihaknya meminta pemerintah daerah untuk menegakan aturan dan melakukan kajian berapa besar daya tampung dan daya dukung dari perubahan yang disebabkan berdirinya bangunan serta mengembalikan fungsi wilayah konservasi sebagai kawasan hijau yang terbebas dari bangunan.

“Kita bisa sebut dengan berdirinya bangunan di wilayah konservasi sebagai penyebab utama terjadinya pengerusan di aliran air permukaan yang masuk langsung ke dalam aliran air dalam yang sudah tidak dapat menampung air, sehingga menyebabkan terjadinya longsor di Puncak,” katanya.

Sementara Eko Wiwit, Pemerhati Lingkungan Cianjur, menilai longsor di beberapa titik di Kawasan Hijau Bogor Puncak Cianjur (Bopuncur) termasuk di Puncak Pass, akibat ulah manusia yang tidak menghiraukan kondisi alam dan aturan yang telah dibuat.

Advertisement