Hilang Kontak, Tujuh Atlet Paralayang Diduga Tertimbun Runtuhan Hotel di Palu

Kerusakan Hotel Roa Roa akibat gempa/ Serambi In donesia

PALU – Tujuh atlet paralayang  diduga masih tertimbun di dalam reruntuhan Hotel Roa-Roa Palu, Sulawesi Tengah, karena hingga kini belum ditemukan.

Ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha mengatakan pihaknya sudah mencoba menghubungi nomor kontak mereka, dan menelusuri ke operator seluler, posisi terakhir mereka ada di sana, di Hotel Roa.

Kuat dugaan tujuh atlet paralayang yang ikut menjadi korban gempa Palu, dan Donggala, Sulawesi Tengah, dan masih berada di dalam reruntuhan Hotel Roa-Roa yang ambruk akibat gempa berkekuatan 7,4 SR.

Informasi ini diperkuat dari keterangan Viki atlet Paralayang dari Jawa Timur yang berhasil selamat ke luar dari Hotel Roa-Roa pada saat gempa terjadi.

Viki ditemukan warga terjepit di antara reruntuhan Hotel Roa-Roa, posisinya berada dekat pintu.

“Menurut keterangan Viki, teman-teman atlet lainnya ada di belakangnya saat terjadi gempa ikut menyelamatkan diri, tapi mereka sudah tidak sempat ke luar dari hotel,” kata Yudha.

Tujuh atlet ini terdiri atas enam atlet Indonesia dan satu atlet Korea. Selain itu ada tiga pendamping kegiatan yang juga belum ditemukan.

Ketujuh atlet ini mengikuti kejuaraan Polo Nomoni 2018 yang berlangsung dari tanggal 25 sampai 30 September ini. Total ada 30 orang peserta, terdiri atas 27 atlet Indonesia, dan tiga dari luar negeri yakni Singapura, Belgia dan Korea.

Kejuaraan Polo Nomoni merupakan kejuaran pertama kali digelar dalam rangka Festival Palu Nomoni 2018 bersama kejuaran Sport Fighting dan Downhill.

Perlombaan ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Paralayang Sulawesi Tengah, diketahui oleh FASI, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pada saat gempa terjadi tanggal 28 September, para atlet telah menyelesaikan babak ketiga, dan masih akan berlanjut sampai hari ini terakhir tanggal 30 September..

Sebagai Ketua Paralayang Indonesia, Yudha menyampaikan keprihatinan dan turut berduka atas kejadin gempa dan tsunami yang melanda Palu, dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada teman-teman paralayang yang hilang kontak hingga Minggu sore ini masih ada tertimbun di hotel Roa-Roa,” kata Yudha, Minggu (30/92018) malam, dikutip Antara.

Advertisement