
SRAGEN – Remaja asal Sragen, Ervan Wahyu Anjasworo (16) sempat dikabarkan hilang dan berpisah dengan orangtuanya selama sepuluh tahun terakhir.
Namun akhirnya Ervan rupanya sempat tinggal di pondok pesantren hingga bisa menghafal 17 juz Alquran, dan kini sudah bertemu orang tua kandungnya, Suparno.
Kasi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia Dinsos Sragen Urbaniyah Eko Sakti mengatakan, selama hilang di perantauan, remaja Sragen itu pernah ikut beberapa orang tua asuh dan sempat pula hidup di jalanan. Ervan juga sempat tinggal di Pondok Pesantren Kota Bogor.
Selama di ponpes itulah, Urba menyebut berdasar laporan sosial dari Bogor, Ervan ternyata berprestasi karena bisa menghafal 17 juz Alquran. Terakhir, menurut Urbaniyah, remaja Sragen yang hilang itu tinggal di Panti Sosial Bogor.
“Saat di panti itu, Ervan mengaku tinggal dekat Pasar Gonggang dan ingat nama orang tuanya,” ucapnya.
Selama terpisah dari orang tuanya, Urbaniyah menambahkan Ervan hanya ingat nama panggilannya. Salah satu orang tua yang pernah mengasuhnya, nama Ervan diberi tambahan Muhammad. Sehingga menjadi Muhammad Irfan. Padahal nama aslinya Ervan Wahyu Anjasworo.
“Dari keterangan itu ditelusuri oleh pekerja sosial Sragen dan akhirnya ditemukan orang tuanya di Gabus, Ngrampal,” kata Urbaniyah, dilansir iNews, Selasa, 6 Oktober 2020.
Suparno berpisah dengan Ervan saat liburan di Jakarta pada 2009 lalu. Kurang lebih, remaja asal Sragen yang hilang sejak 10 tahun lalu. Saat itu Ervan masih berumur tujuh tahun. Setelah 16 hari berlibur di daerah Kemayoran, Ervan minta pulang.
Keinginan Ervan tertunda karena Suparno yang bekerja sebagai buruh bangunan saat itu harus menunggu hari libur. Saat itu, Ervan tinggal di kontrakan bersama ibu sambungnya.
Suatu hari sebelum hilang, remaja Sragen itu meminjam gameboy milik temannya yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakannya. Kemudian Ervan berpamitan kepada ibu sambungnya untuk mengembalikan gameboy itu. Sejak itulah, Ervan tak kembali ke rumah.




