Hindari Euforia Mudik

Setelah dua kali lebaran dilarang mudik akibat mengganasnya pandemi Covid-19, sekitar 85,5 juta orang diperkirakan mudik menjelang Idul Fitri 1443H. Puncak arus mudik diperkirakan antara 28 hingga 30 Maret.

IDUL FITRI 1443 H yang diperkirakan jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022 bagi umat muslim bermakna istimewa, mengingat sejalan dengan tren turunnya angka penularan Covid-19, helat tradisi mudik dibuka lagi oleh pemerintah.

Sudah dua kali lebaran, yakni Idul Fitri 1441 H dan 1442 H (tahun 2020 dan 2021) dilakukan pembatasan berupa prokes termasuk larangan mudik dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Lebaran kali ini, pemerintah memberikan kelonggaran bagi warga yang hendak mudik, bersilaturahmi dengan sanak saudara di  kampung halaman sejalan dengan tren turunnya penyebaran  Covid-19 yang tengah beranjak dari pandemi menuju endemi.

Pada 29 April ‘22, tercatat penambahan positif Covid-19 sebanyak 395 kasus (bandingkan dengan puncaknya pada 16 Feb.’22 (64.718 kasus) dan jumlah kematian 23 orang (tertinggi 27 Feb. ’21 sebanyak 2.069 kasus.

Kemudahan untuk mudik pun dibuka lagi untuk Hari Raya Idul Fitri 1443H bagi pemudik, cukup dengan persyaratan sudah menerima vaksinasi lengkap dua kali plus booster.

Dengan dibukanya “kran” mudik, diperkirakan 85,5 juta penduduk akan berlebaran di kampung halaman mereka, berkumpul dengan orang tua, sanak keluarga dan handai taulan di berbagai wilayah di Indonesia.

Sekitar 21,3 juta pemudik (26,8 persen) diperkirakan akan naik kendaraan pribadi, 14,9 juta sepeda motor (18,7 persen), 12,9 juta dengan bus (16,3 persen) , 9,6 juta pesawat (12,1 persen) , 7,2 juta dengan KA (9 persen) , 1,1 juta kapal laut (1,4 persen) dan 900-ribu (1,2 persen) kapal ferri.

Dari wilayah Jabodetabek saja, menurut PT Jasa Marga, dari H-10 sampai H-4 (22 – 28 April) tercatat 1.157.959 kendaraan  meninggalkan wilayah Jabodetabek dari Gerbang Tol Utama Cikupa (arah Merak), Ciawi (arah Puncak), Cikampek Utama dan Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung).

Rekayasa lalu-lintas pun dilakukan oleh kepolisian, misalnya menetapkan sistem lalulintas searah dari Km 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 414 Kalikangkung, Semarang sejak Rabu sampai Jumat ( 27 – 29 April), sistem buka-tutup dan lainnya.

Pihak kepolisian pun mengoordinasikan layanan mudik gratis dengan 200 an bus yang disediakan oleh sejumlah perusahaan memuat 12.000 orang, sementara PJKA dan perusahaan bus swasta juga menyediakan pengangkutan sepeda motor bagi pemudik.

 Patuhi Prokes

Berdasarkan pengalaman dua kali lebaran sebelumnya, dimana terjadi lonjakan Covid-19 pasca Idul Fitri, mengingat jumlahnya  kali ini jauh lebih besar, para pemudik diminta mematuhi prokes 3M.

Selain helat yang menciptakan kerumunan seperti halal bihalal, shalat Ied, obyek-obyek wisata di destinasi mudik yang bakal banyak dikunjungi juga berpotensi meyebarkan Covid-19.

Khusus bagi pengendara mobil, apalagi sepeda motor diharapkan tidak memaksakan diri dan segera menepi jika merasa lelah termasuk juga penumpang terutama anak-anak yang ikut.

Siapkan kendaraan untuk perjalanan jauh, begitu pula kondisi anak, istri atau penumpang lain yang ikut. Jangan memaksakan diri! Siapkan juga makanan-minuman serta obat-obatan yang mungkin diperlukan.

Jangan sampai khidmat dan nikmat Idul Fitri sebagai ajang untuk menumpahkan rasa rindu dan syukur, berujung menjadi suasana duka cita.

Semoga para pemudik kembali dengan selamat, juga penuh dengan pencerahan setelah sebulan penuh berpuasa menahan lapar dan dahaga, dari mudik kembali ke asal kota keberangkatan masing-masing.

Mari kita tingkatkan keimanan dan juga silaturrahmi serta semangat  toleransi, saling memberi dan berbagi dengan tetangga dan antarsesama umat manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement